AGAM/BUKITTINGGI

Simarasok Tembus 15 Besar WIA 2026, Jadi Wakil Tunggal Sumbar

×

Simarasok Tembus 15 Besar WIA 2026, Jadi Wakil Tunggal Sumbar

Sebarkan artikel ini
TINJAU DESTINASI WISATA— Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, dr. Lila Yanwar saat meninjau destinasi wisata Nagari Simarasok.

AGAM, METRODesa Wisata Simarasok, Kecamatan Baso, Ka­bupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat prestasi dalam ajang Wonderful Indonesia Award (WIA) 2026. Simarasok berhasil melaju ke 15 besar dan menjadi satu-satunya desa wisata dari Sumatera Barat yang berhak mengikuti tahapan visitasi.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, dr. Lila Yanwar, MARS, mengatakan keberhasilan Simarasok menunjukkan masih banyak potensi wisata lokal yang layak dikem­bangkan dan diperkenalkan lebih luas.

“Suatu momentum yang tidak hanya masalah award-nya, masalah juaranya, tetapi menunjukkan bahwa Sumatera Barat itu tidak hanya tentang Pagaruyung, Jam Gadang, ada yang selama ini sudah famous, tetapi masih banyak hidden gem-hidden gem yang lainnya yang berbasis kenagarian,” kata Lila saat meninjau destinasi wisata Nagari Simarasok, Selasa (15/9).

Lila menilai salah satu kekuatan utama Simarasok adalah keterlibatan masyarakat dalam me­ngem­­bangkan potensi yang dimiliki nagari. Proses tersebut berjalan dengan dukungan pemerintah serta berbagai unsur ma­syarakat setempat.

Baca Juga  Bupati Agam Tinjau MBG di SDN 08 Bukik Batabuah, Anak-Anak Lahap, Menu Sesuai Standar

Menurut Lila, daya tarik Simarasok justru terletak pada upaya mempertahankan keaslian lingkungan dan karakter lokal. Pe­ngem­bangan wisata dilakukan dengan tidak mengubah alam secara berlebihan.

“Jadi bagaimana teman-teman pelaku pariwisata mengangkat ini menjadi sesuatu yang kita tidak tahu masih begini aja alamnya, tapi ternyata ini diminati, luar biasanya sebenarnya di situ,” ujarnya.

Lila menegaskan, desa wisata bukan semata-mata dibangun untuk mendatangkan wisatawan. Lebih dari itu, keberadaannya diharapkan mampu mendorong masyarakat menciptakan sumber penghasilan dari kampung sendiri dengan tetap menjaga lingkungan.

Konsep tersebut, me­nurutnya, sejalan dengan arah pengembangan desa wisata yang didorong Kementerian Pariwisata. Ma­sya­rakat ditempatkan sebagai penggerak utama kegiatan pariwisata sekaligus pihak yang mendapatkan manfaat ekonomi dari perkembangannya.

“Dari desa wisata ini kemudian bisa secara kola­boratif anak mudanya ber­gerak ekonominya di nagari sendiri, jadi tidak perlu merantau ke mana-ma­na lagi untuk cari pen­dapatan, cukup bangun kampungnya dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Baca Juga  Menggapai Cita-cita, jangan Pernah Berputus Asa

Dalam WIA 2026, Su­ma­tera Barat sebelumnya mengirimkan dua desa wi­sa­ta yang berhasil masuk 30 besar. Keduanya adalah Tabiang Barasok dari Kota Bukittinggi dan Simarasok dari Kabupaten Agam.

Dari dua wakil tersebut, Simarasok menjadi satu-satunya desa wisata Su­ma­tera Barat yang mam­pu melanjutkan perjalanan ke 15 besar. Tahap berikutnya adalah visitasi untuk melihat secara langsung potensi serta pengelolaan destinasi tersebut.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kata Lila, akan melibatkan tim pembina desa wisata untuk mendukung Simarasok me­ng­hadapi tahapan lanju­tan. Pendampingan tersebut diharapkan dapat mem­­bantu pengelola mem­­per­siapkan berbagai aspek yang akan dinilai.

Masuknya Simarasok ke jajaran 15 besar WIA 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan pariwisata berbasis ma­syarakat dan ekonomi kreatif. Prestasi tersebut juga mem­buka peluang sema­kin dikenalnya potensi wi­sata nagari di Sumatera Barat pada tingkat yang lebih luas. (pry)