AGAM/BUKITTINGGI

30 Pemuda Lolos BNL 2026, Digembleng Jadi Calon Pemimpin Masa Depan

×

30 Pemuda Lolos BNL 2026, Digembleng Jadi Calon Pemimpin Masa Depan

Sebarkan artikel ini
PELATIHAN KEPEMIMPINAN— Sebanyak 30 peserta dinyatakan lolos seleksi dan berkesempatan mengikuti program pelatihan kepemimpinan unggulan Pemerintah Kota Bukittinggi bertajuk Bukittinggi Next Leader (BNL) 2026.

BUKITTINGGI, METROSebanyak 30 peserta dinyatakan lolos seleksi dan berkesempatan me­ngi­kuti program pelatihan kepemimpinan unggulan Pemerintah Kota Bukittinggi bertajuk Bukittinggi Next Leader (BNL) 2026.

Para peserta yang tergabung dalam angkatan pertama tersebut menjalani pelatihan selama empat hari, mulai 14 hingga 17 September 2026. Kegiatan dipusatkan di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Su­matera Barat, Baso, Kabupaten Agam.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, saat membuka kegiatan, Senin (14/9), mengatakan pelatihan BNL menggunakan me­­tode retret. Pola tersebut diterapkan untuk membangun karakter sekaligus memperluas wawasan dan mengasah kapasitas ke­pemim­pinan peserta.

Menurutnya, kebera­da­an ge­nerasi muda yang memiliki kemampuan me­mim­pin sangat dibutuhkan dalam mendu­kung pembangunan daerah. Pemim­pin muda diharapkan tidak hanya mampu melihat per­soa­lan di tengah ma­sya­­­ra­kat, tetapi juga memiliki ke­beranian untuk me­na­­war­­kan solusi dan me­­ngam­bil pe­ran.

“Pembangunan daerah membutuhkan generasi muda yang mampu memahami persoalan ma­sya­rakat, menawarkan ga­gasan, serta berani mengambil peran,” kata Wako.

Baca Juga  Usai Dibedah, Sumaniar Terharu Terima Kunci

Ramlan menjelaskan, BNL 2026 menjadi salah satu langkah Pemkot Bukittinggi dalam mempersiapkan calon pemimpin muda yang memiliki karakter kuat. Program tersebut diarahkan untuk membentuk peserta yang berintegritas, kritis, mampu membangun kerja sama dan memiliki keberanian melahirkan berbagai inovasi.

“Program ini kita rancang bukan sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai proses pembelajaran, pembentukan karakter, pengenalan pemerintahan, penguatan kemampuan kepemimpinan, serta ruang bagi pemuda untuk melahirkan gagasan nyata bagi kemajuan Kota Bukittinggi,” kata Ramlan.

Ia menekankan bahwa jiwa kepemimpinan tidak bergantung pada jabatan maupun status seseorang sebagai pejabat pemerintahan. Menurutnya, ke­pe­mimpinan justru dapat dimulai dari keberanian se­seorang mengambil tang­gung jawab dan memberikan manfaat bagi lin­gkungan sekitarnya.

Ramlan juga meminta seluruh peserta mengikuti rangkaian pelatihan secara serius. Kesempatan tersebut, katanya, harus dimanfaatkan untuk memperkaya pengetahuan, me­nam­bah pengalaman se­kaligus memperluas jejaring.

“Pengetahuan yang diperoleh selama program diharapkan dapat diterapkan di lingkungan masing-masing dan memberikan kontribusi nyata bagi Kota Bukittinggi,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Agam Hadiri Tabligh Akbar IPPKP, Agama Fondasi dalam Kehidupan Bermasyarakat

Sementara itu, Direktur IPDN Kampus Sumatera Barat, Lalu Satria Utama, mengatakan program BNL dapat menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda yang dipersiapkan sebagai calon pemimpin pada ma­sa mendatang.

Menurutnya, proses pembinaan kepemimpinan harus dibangun di atas nilai integritas, kedisiplinan dan semangat pamong praja. Karena itu, IPDN Kampus Sumatera Barat menyambut positif kepercayaan Pemkot Bukittinggi dalam pelaksanaan program ter­sebut.

Ia menilai BNL sejalan dengan kebutuhan untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan berpikir dan berinovasi, tetapi juga mem­­punyai karakter serta integritas dalam menjalankan tanggung jawab.

“Seluruh peserta manfaatkanlah kesempatan ini untuk menyerap ilmu ke­pemimpinan, membangun jejaring kolaborasi, serta menjunjung tinggi kedisiplinan dan etika. Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wadah pembentukan karakter kepemimpinan transformatif dan peningkatan kapasitas generasi muda agar siap menjawab tantangan zaman,” ujarnya. (pry)