PADANG, METRO — Rinto Wijaya, terpilih sebagai Ketua DPD Organda Provinsi Sumatera Barat masa Bakti 2026 – 2031 pada Musyawarah Daerah (Musda) XV Organda Sumatera Barat, Selasa (15/9) di Hotel Truntum. Kegiatan ini dibuka oleh Kadis Perhubungan Sumatera Barat Dedy Diantolani.
Musda XV dengan mengusung tema “Konslidasi Organisasi dan Kolaborasi Strategis untuk memajukan usaha Transportasi Darat yang berdaya saing dan berkelanjutan di era Digital.
Ketua Organda Sumbar H.Rinto Wijaya,SE, mengatakan, pada Musda XV berjalan lancar dan Alhamdulillah sukses, bahwa saya terpilih sebagai Ketua DPD Organda Sumbar. “Ke depannya saya tentu sangat berharap kepada DPC DPC organda Kabupaten Kota untuk saling berkolabarasi atau sama sama kembali membangun marwah organda yakni merajut bagaimana hubungan kita dengan Pemetintah Daerah,” ungkap Rinto.
Diskatakan bahwa kita sama sama tahu pekerjaan di depan seperti sulitnya bahan bakar minyak (BBM) antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Sumbar berakibat sulitnya memperoleh BBM.
Persoalan ini akan saya akan berbicaram bagaimana bisa memperoleh penerima BBM subsidi yang tepat peruntukannya. Kapan perlu kita usulkan ke pihak Pertamina untuk jalur khusus.
“Program kerja kita bersama jadi sesuai peraturan menteri perhubangan bahwa setiap moda angkutan darat baik itu barang,penumpang maupun angkutan barang khusus ini sudah haruskan memiliki untuk pengemudi sertifikat kompetensi,” tandasnya.
Selanjutnya untuk armanda kita akan dikeluarkan olehn Dirjen perhubangan darat yaitu kartu pengawas. “Kepada DPC DPC bisa memberikan gambaran seperti apa yang terjadi di dearah sehingga kami DPD nanti melihat bagaimana kita menyiapkan Skala prioritas tentunya DPP berada diantara kita,” katanya.
Sementara itu Sekjen DPP Organda, Kurnia Lesani Adnan, menyebutkan Musda XV organda Sumbar tahun 2026 berjalan sesuai kita harapkan. Bentuk tim pengurus yang mempunyai rasa terhadap organisasi karena kita semua sama sama tahu. Kami pelaku ini, kalau tidak satu payung yang memayung dan mewadai tentunya kalau berteriak tidak bisa sendiri sendiri untuk menyatukan suara ini kita butuh wadah.
“Kami dari DPP Organda berharap DPD yang terbentuk nanti menjadi wadah yang bisa menaungi untuk suara industri transportasi di Sumbar kepada stekholder baik kepemerintah,instansi dan semua bahwa kita tahu masalah isu yang sedang lagi hot masalah BBM yang tidak pernah selesai, Shifting dan transformasi market masyarakat dari kendaraan konvensional kepada kendaraan kenderaan aplikasi dimana mereka banyak yang tidak mau patuh dengan regulasi angkutan jalannya sehingga pemerintah juga kelabakan,agak kepusingan pada saat terjadi masalah,” ucap Kurnia Lesani Adnan.
Tentu perkembang dan pertumbuhan zaman ini jangan mengerus atau yang sudah eksis tersingkir begitu saja disini butuh inovasi.
Di era digital tidak bisa kita tahan,dulu orang membeli tiket pergi ke agen dan hari ini dengan sistem aplikasi cukup pesan semua melalui aplikasi termasuk juga angkutan barang.
“Kami dari Organda harus mensupport dengan adanya terminal anak air kami menghimbau kepada seluruh operator masuk dan.keluar melalui terminal anak air,dan kita mintak kepada pemerintah untuk menambah karidor Trans Padang ke Terminal Anak Air,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat Dedy Diantolani, mengatakan dengan pelaksanaan musda organda XV ini tentu harapan kita eksis kembali baik mewadai untuk pengusaha pengusaha angkutan umum penumpang dan bagaiamana juga kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Kota.
Tantangan tranportasi sekarang yang jelas masalah digitalisasi yang harus kita ikuti,sekarang sudah masuk kenderaan listrik ini harus bertranformasi dan update dengan kondisi yang ada.
“Kita berharap pada musda ini mewajibkan juga kenderaan antar Provinsi ,antar kota dalam Provinsi masuk ke terminal.anak air supaya kota tertib dari transportasi dan lalu lintas tidak akan macet dan fungsi terminal berjalan dapat melakukan pengawasan terhadap perizinan trayek dan juga kelaikan kendaraan, Terminal Anak Air Tipe A. Sekarang akses sudah ada melalui Trans Padang. Kepada ketua terpilih harapan kita tentu yang paham dengan organda dan paham kemitraan,” ungkap Dedy Diantolani. (ped)






