OLAHRAGA

Buntut Gol Kontroversial Erling Haaland, Petugas VAR Derby Manchester Diskors Pro Ref

×

Buntut Gol Kontroversial Erling Haaland, Petugas VAR Derby Manchester Diskors Pro Ref

Sebarkan artikel ini
GOL KONTROVERSIAL— Gol kontroversial Erling Haaland bikin wasit VAR dan asistennya diskors.

KEPALA wasit Pro Ref Howard Webb mengakui terjadi kesalahan dalam penggunaan Video Assistant Referee (VAR) saat Manchester City kalahkan Manchester United 1-0 dalam derby Manchester di Old Trafford, Minggu (13/9).

Webb menyebut gol Erling Haaland seharusnya dianulir karena Enzo Fer­nandez berada dalam posisi offside dan dinilai meng­ganggu jalannya permainan. Namun, VAR Matt Donohue dan asisten VAR Blake Antrobus gagal me­ngidentifikasi pelanggaran itu.

Gol Haaland sebenar­nya sempat melewati proses pemeriksaan VAR sebelum akhirnya disahkan. Donohue dan Antrobus memang tepat dalam menentukan bahwa Haaland berada dalam posisi onside.

Namun, keduanya tidak menyadari bahwa Fernandez berada dalam posisi offside dan melakukan per­gerakan ke arah bola ketika berusaha menyundul umpan silang Josko Gvardiol.

Howard Webb menje­laskan bahwa Donohue terlalu berfokus pada apakah Fernandez menyentuh bola atau tidak. Padahal, pemain tetap dapat dianggap melakukan pelanggaran offside jika dinilai meng­ganggu lawan atau memengaruhi permainan. “Dalam momen itu, dia mengalami tunnel vision,” kata Webb dalam program Match Officials: Mic’d Up dikutip dari ESPN.

Menurut Webb, Donohue terlalu fokus memastikan posisi Haaland sehingga gagal mempertimbangkan peran Fernandez da­lam fase serangan tersebut. “Dia fokus pada Haaland, dan anggota tim lainnya seharusnya menariknya keluar dari tunnel itu. Sayangnya, hal itu tidak terjadi pada kesempatan ini,” ujar Webb.

Webb mengatakan kon­disi seperti itu dapat terjadi ketika seorang VAR harus mengikuti beberapa tahap pemeriksaan dalam waktu singkat.

Baca Juga  Madrid Dapatkan Dua ‘Pemain Baru’

Oleh sebab itu, asisten VAR memiliki peran untuk membantu VAR utama me­lihat aspek lain yang mungkin terlewat. “Kami pernah melihat hal itu sebelumnya. Kami telah menerapkan prosedur untuk mencegahnya dengan a­sisten VAR yang turun tangan untuk menarik VAR keluar dari situasi itu. Namun, hal itu tidak terjadi pada kesempatan kali ini,” katanya.

Webb menegaskan ke­putusan yang benar dalam situasi itu ialah menganulir gol Haaland. “Gol ini seharusnya dianulir. Sangat disayangkan hal itu tidak terjadi. Kami akan meninjau, merefleksikan, dan mengambil pembelajaran untuk mencegah kesalahan tidak biasa seperti ini terulang,” ujar Webb.

Pro Ref lalu mencadangkan Donohue dan Antrobus dari penugasan per­tandingan Premier League pada pekan kelima. Keduanya baru akan kembali bertugas setelah jeda internasional.

Webb mengatakan dirinya kecewa dengan keputusan yang dihasilkan da­lam pertandingan itu. “Sa­ya sangat kecewa dengan hasil ini. Kami semua begitu. Tidak ada yang lebih kecewa daripada para ofisial itu sendiri,” kata Webb.

“Mereka sangat menjunjung tinggi harga diri dalam menjalankan tugasnya dan jelas merasa terpukul saat ini karena gagal memenuhi harapan dalam situasi tersebut. Mereka tidak akan kembali bertugas memimpin pertandingan hingga jeda internasional usai,” lanjut Webb.

Webb menambahkan bahwa Pro Ref telah meng­hubungi Manchester Uni­ted untuk mengakui kesalahan itu.

Baca Juga  Pesta Balap HDC 2024 Siap Kembali Manjakan Pecinta Balap Nasional

Rekaman audio komunikasi VAR dan tayangan pertandingan juga telah diberikan kepada klub sebagai bagian dari upaya menjelaskan bagaimana keputusan itu terjadi.

“Kami ingin memastikan bahwa kami transparan dan terbuka. Kami telah memberikan audio dan rekaman kepada klub untuk menjelaskan apa yang terjadi,” ujar Webb.

Pro Ref selanjutnya a­kan mengevaluasi proses pengambilan keputusan untuk mengetahui tahap mana yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Selain itu, Webb turut memberikan penjelasan mengenai insiden lain da­lam derby Manchester.

Wasit Michael Oliver dinilai tepat ketika mengusir gelandang Manchester City Phil Foden setelah melakukan tendangan kepada Bruno Fernandes.

Sementara itu, muncul perdebatan mengenai apakah Fernandes juga layak mendapat kartu merah setelah menendang Foden ketika pemain City itu berada di tanah.

Webb menilai tindakan Fernandes lebih merupakan perilaku emosional daripada tindakan ke­kerasan. “Ini lebih kepada tindakan reaktif yang sepele (petulant) daripada kekerasan. Untuk disebut perilaku kekerasan (violent conduct), harus ada kekuatan berlebihan atau kebrutalan,” jelas Webb.

Menurut Webb, tindakan Fernandes tidak memenuhi unsur itu sehingga hukuman yang tepat adalah kartu kuning.

Webb juga menjelaskan VAR tidak memiliki kewenangan untuk merekomendasikan kartu kuning kepada Fernandes dalam situasi itu karena Oliver sudah melihat insiden Fo­den dan memberikan kartu merah di lapangan. (jpg)