METRO SUMBAR

Perkuat Kepemimpinan Perempuan, Pemkab Pasbar Dorong Keseimbangan Karier dan Kehidupan

×

Perkuat Kepemimpinan Perempuan, Pemkab Pasbar Dorong Keseimbangan Karier dan Kehidupan

Sebarkan artikel ini
PENINGKATAN KAPASITAS— Asisten III Bidang Administrasi Umum, Harlina Syahputri, saat membuka kegiatan Peningkatan Sumber Daya Manusia bagi Perempuan Pemegang Jabatan Eksekutif di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2026.

PASBAR, METRO— Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mendorong perempuan yang mendu­duki jabatan eksekutif agar terus memperkuat kompetensi kepemimpinan sekaligus mampu menjaga keseimbangan antara karier, keluarga, dan kesejahteraan diri. Pesan tersebut disampaikan Asisten III Bi­dang Administrasi Umum, Harlina Syahputri, saat mem­buka kegiatan Pening­katan Sumber Daya Ma­nusia bagi Perempuan Pemegang Jabatan Eksekutif di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2026, mewakili Bupati Pasaman Barat, Jumat (11/9) di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat.

Kegiatan yang mengusung tema “Leading with Balance: Mengelola Karier, Peran, dan Kesejahteraan Diri” tersebut menjadi wa­dah untuk memperkuat kapasitas, kepercayaan diri, dan kualitas kepemimpinan perempuan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pa­saman Barat.

Harlina mengatakan, perempuan pemegang jabatan eksekutif tidak hanya dituntut memiliki kompetensi profesional dan kemampuan mengambil keputusan, tetapi juga menghadapi beragam tanggung jawab dalam organisasi, keluarga, dan kehidupan sosial.

Baca Juga  Diakomodir Disdikbud Sumbar Tambah Rombel, 139 Siswa Akhirnya Bisa Bersekolah di SMA Negeri

“Di satu sisi ada tuntutan organisasi, target kinerja, dan pengambilan keputusan. Di sisi lain, terdapat tanggung jawab keluarga dan sosial serta kebutuhan menjaga kesehatan fisik dan mental. Karena itu, kepemimpinan perlu dijalankan secara sehat, bijaksana, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, keseimbangan merupakan bagian penting dari kepemimpinan. Hal itu dapat diwujudkan melalui kemampuan menentukan prioritas, menetapkan batasan, mengelola energi, serta memahami waktu untuk bergerak maju maupun beristirahat dan memulihkan diri. “Menjadi pemimpin yang baik bukan berarti harus mengorbankan diri sendiri. Me­ra­wat diri bukan tanda ke­le­mahan, tetapi bagian dari kepemimpinan yang matang,” tegasnya.

Baca Juga  Eks Plt Sekda Pimpin Wanita Islam Dharmasraya

Harlina menilai, perempuan merupakan aset penting bagi organisasi. Ke­pe­mimpinan perempuan me­ng­hadirkan perspektif, pe­nga­l­aman, empati, ke­tega­san, dan kemampuan mem­­bangun kolaborasi yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan organisasi yang semakin kompleks.

Melalui kegiatan tersebut, ia berharap peserta dapat meningkatkan kemampuan mengambil keputusan, komunikasi kepe­mim­pinan, pengelolaan kon­­­flik, pengembangan jejaring, serta kemampuan mengelola tekanan dan menjaga kesejahteraan di­ri. “Jangan takut untuk ber­kembang dan jangan ragu mengambil ke­sem­patan. Bangun kepercayaan diri untuk terus belajar, berprestasi, dan me­mimpin tanpa kehilangan keseimbangan dalam kehidupan,” pesannya.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk saling belajar dan berbagi pengalaman sekaligus mendorong terciptanya budaya organisasi yang mendukung perempuan untuk berkembang, berprestasi, dan menjalankan kepemimpinan secara optimal. (end)