BERITA UTAMA

Perempuan Bukittinggi Diminta Tak Sekadar Jadi Penonton Politik

×

Perempuan Bukittinggi Diminta Tak Sekadar Jadi Penonton Politik

Sebarkan artikel ini
SOSIALSISASI— Wali Kota Bukittinggi, H. Ramlan Nurmatias, S.H., membuka Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Perempuan se-Kota Bukittinggi di Grand Rocky Hotel Bukittinggi, Sabtu (5/9).

BUKITTINGGI, METROWali Kota Bukittinggi H. Ramlan Nurmatias, S.H., membuka Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Perempuan se-Kota Bukittinggi di Grand Rocky Hotel Bukittinggi, Sabtu (5/9).

Kegiatan bertema “Pentingnya Pendidikan Politik untuk Penguatan Peran Perempuan dalam Demokrasi” tersebut digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bukittinggi melalui inisiasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Apt. Linda Wardiyanti, S.Farm.

Sebanyak 45 peserta dari berbagai kecamatan mengikuti kegiatan selama 5–6 September 2026. Sejumlah akademisi, pakar dan praktisi politik turut dihadirkan sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Ramlan mengatakan pendidikan politik tidak sebatas persoalan pemilu maupun politik praktis. Menurutnya, pemahaman politik diperlukan agar masyarakat mengetahui hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta mampu berpartisipasi secara cerdas dalam demokrasi.

“Perempuan harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik. Jangan sampai perempuan hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Perempuan harus berani menyampaikan aspirasi dan mengambil bagian dalam menentukan kebijakan,” ujar Ramlan.

Baca Juga  Survei Terbaru LSI di Sumbar: Prabowo-Gibran 49,8%, Anies-Imin 42,1%, Ganjar-Mahfud 4,3%

Ia menilai perempuan memiliki posisi strategis dalam keluarga, ma­syarakat maupun pemerintahan. Dengan bekal pengetahuan politik yang memadai, perempuan diharapkan dapat berkontribusi positif dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan daerah.

Anggota DPRD Kota Bukittinggi Linda Wardi­yanti mengatakan pendidikan politik penting untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus keberanian perempuan dalam memperjuangkan aspirasi.

“Perempuan harus melek politik. Bukan berarti semua perempuan harus menjadi politisi, tetapi setiap perempuan perlu memahami bagaimana kebijakan dibuat dan bagaimana menyampaikan aspirasi agar kepentingan masyarakat, khususnya perempuan, dapat diperjuangkan,” kata Linda.

Ia berharap para peserta dapat menjadi penggerak di lingkungan ma­sing-masing, baik dalam keluarga, organisasi maupun masyarakat.

“Harapan kita, peserta yang hadir hari ini dapat menjadi penggerak di lingkungannya masing-masing, mulai dari keluarga, organisasi, masyarakat hingga ruang-ruang pe­ngambilan keputusan,” tambahnya.

Baca Juga  Frustasi, Pria Lajang Gantung Diri di Dapur

Sementara itu, Sekretaris Kesbangpol Kota Bukittinggi Ramon Arisa Putra mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi.

Menurut Ramon, kola­borasi pemerintah daerah dan DPRD melalui Pokir menjadi langkah positif untuk memperluas akses edukasi politik sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat.

“Pemerintah daerah menyediakan ruang dan fasilitasi, sementara keterlibatan legislatif menjadi bagian dari upaya bersama me­ningkatkan kapasitas ma­syarakat. Semuanya bermuara pada bagaimana kualitas demokrasi dan pem­bangunan di Kota Bukittinggi semakin baik,” ujarnya.

Melalui sosialisasi tersebut, perempuan Bukittinggi diharapkan semakin memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara, berani menyampaikan aspirasi, serta aktif mengambil bagian dalam proses pembangunan daerah. (pry)