PDG.PARIAMAN, METRO—Sakit hati hingga emosinya memuncak, seorang ibu rumah tangga (IRT) di di Pasa Mudiak, Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman, tega mencekik dan memiting leher tetangganya hingga tewas, Minggu (6/9).
Warga yang melihat kejadian itu, langsung memisahkan pelaku berinisial BM dengan korban Y yang saat itu sudah lemas tak berdaya akibat dicekik. Korban pun kemudian dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, sayangnya nyawa korban tak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, Polisi dari Polsek Lubuk Alung dan Polres Padangpariaman yang mendapatkan laporan adanya aksi penganiayaan berujung maut tersebut, langsung mendatangi Puskesmas untuk mengecek kondisi korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengamankan pelaku.
Kapolsek Lubuk Alung, Iptu Kusnadi, membenarkan adanya insiden penganiayaan berujung maut tersebut. Menurutnya, berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan awal, aksi penganiayaan itu dipicu oleh emosi pelaku yang tidak terima kerap dibicarakan oleh korban.
“Pelaku melakukan penganiayaan dikarenakan sakit hati. Korban diduga sering menggunjingkan pelaku bersama tetangga lainnya. Hal itulah yang memicu pelaku merasa sakit hati dengan korban dan terjadilah cekcok,” kata Iptu Kusnadi saat dikonfirmasi wartawan.
Dijelaskan Iptu Kusnadi, sebelum insiden terjadi, pelaku dan korban sempat terlibat adu mulut. Emosi yang tak terbendung membuat BM secara refleks menyerang korban secara fisik. Pelaku mencekik dan memiting korban hingga kehabisan napas.
“Saat ini tim masih melakukan pendalaman terkait kasus penganiayaan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia ini. Untuk jenazah korban dilakukan virum untuk kepentingan penyidikan. Sedangkan pelaku sudah kami amankan untuk diproses hukum,” tegas dia.
Terpisah, Wali Nagari Lubuk Alung, Landi Efendi mengatakan, konflik antartetangga tersebut berawal dari gunjingan yang memicu kekesalan mendalam pada diri pelaku, sehingga memicu aksi penganiayaan tersebut.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Tersangka terbawa emosi akibat perselisihan yang terjadi. Kasus ini sepenuhnya sudah diserahkan dan ditangani oleh pihak Kepolisian Sektor Lubuk Alung.Tentunya, kasus ini kami serahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian untuk memprosesnya,” kata Landi Efendi.
Dengan adanya kejadian ini, Landi Efendi mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang, menahan diri, dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat penegak hukum.
“Kita berharap ke depan kejadian serupa tidak terulang lagi di masyarakat. Setiap persoalan tentunya bisa diselesaikan dengan cara kekeluargan atau dengan musyawarah mufakat,” tutupnya.(*)






