BERITA UTAMA

Organisasi Meteorologi Dunia, Karhutla dan Gelombang Panas Ancam Kualitas Udara Global

×

Organisasi Meteorologi Dunia, Karhutla dan Gelombang Panas Ancam Kualitas Udara Global

Sebarkan artikel ini
PEMADAMAN DARAT— Upaya pemadaman darat karhutla yang dilakukan tim satgas gabungan di wilayah Kabupaten Sintang Kalimantan Barat, Selasa (25/8).

JAKARTA, METROOrganisasi Meteorologi Dunia (WMO), Senin (7/9), memperingatkan bahwa meningkatnya polusi akibat kebakaran hutan dan gelombang panas berisiko menghambat upaya global untuk memperbaiki kualitas udara serta melindungi kesehatan manusia dan ekosistem.

Dalam Buletin Kualitas Udara dan Iklim tahunan­nya, badan PBB tersebut menyoroti keterkaitan erat antara perubahan iklim dan polusi udara, serta menyerukan kebijakan terpadu untuk mengatasi kedua masalah tersebut.

Laporan itu menyebutkan bahwa kejadian asap kebakaran ekstrem telah meningkat tiga kali lipat secara global sejak 1990-an, dengan mengutip sebuah studi yang memperkirakan bahwa hal tersebut berkontribusi terhadap hampir 100.000 kematian tambahan setiap tahunnya antara 2010 dan 2018.

Baca Juga  Pakai Tangki Siluman, Pensiunan Polisi Selundupkan Premium

WMO memperingatkan bahwa model risiko konvensional mungkin meremehkan angka kematian akibat kebakaran hutan hingga 93 persen karena gagal memperhitungkan secara memadai tingkat toksisitas yang lebih tinggi dari partikel halus (PM2.5) yang dihasilkan oleh kebakaran.

“Memenuhi pedoman kualitas udara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan menjadi semakin sulit, mengingat cuaca ekstrem yang memicu kebakaran diperkirakan akan meningkat di masa depan,” menurut buletin tersebut.

Gelombang panas juga memperparah polusi ozon di permukaan tanah, di mana suhu yang lebih tinggi, udara yang tidak bergerak, dan sinar matahari yang terik memicu pembentukan ozon.

Baca Juga  2 Sekawan Sikat Uang Kotak Infak di Kedai Nasi Kecamatan Lubuk Begalung, Nekat Gegara Kencanduan Sabu, Modusnya Nyamar jadi Utusan Yayasan

WMO menyatakan bahwa risiko kesehatan terkait ozon diperkirakan akan meningkat, yang berpotensi menyebabkan puluhan ribu kematian dini tambahan.

Buletin tersebut juga menyerukan peningkatan pemantauan terhadap berbagai polutan, termasuk karbon hitam dan mikroplastik di atmosfer. (jpg)