PASAMAN, METRO— Nasib malang dialami oleh seorang petani yang sedang menyadap karet di kebunnya di kawasan Koto Baru, Jorong Petok Timur, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman. Pasalnya, ia diserang hewan buas jenis beruang hingga mengalami luka robek pada bagian kaki.
Korban yang diketahui bernama Yulnitawati (31), langsung diselamatkan oleh suaminya. Setelah itu, korban dibawa ke Polindes Koto Baru untuk mendapatkan perawatan aawal lalu korban dirujuk ke Rumah Sakit Ibnu Sina Panti.
Pascapenyerangan hewan buas tersebut, pihak Kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk menjamin keselamatan warga dan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terkait keberadaan satwa liar tersebut.
Kapolsek Panti Iptu Arifin mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (14/9) sekitar pukul 08.00 WIB, di kebun karet milik Yulnitawati. ýBerdasarkan keterangan saksi dan korban, saat kejadian Yulnitawati sedang melakukan aktivitas menyadap getah karet di kebunnya yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah dan kawasan permukiman masyarakat.
”Ketika sedang bekerja, secara tiba-tiba seekor beruang muncul dari arah depan korban. Karena merasa terancam, korban berupaya mengusir satwa tersebut dengan suara keras. Namun, upaya itu justru membuat beruang mendekat dan menyerang korban,” kata Iptu Arifin, Selasa (15/9).
Ditambahkan Iptu Arifin, beruang tersebut menggigit bagian betis kaki kanan korban. Korban berusaha menarik kakinya dari gigitan hingga akhirnya terjatuh ke bagian bawah kebun sembari berteriak meminta pertolongan.
”Suami korban, Rahmat Hidayat, yang juga berada di sekitar lokasi kebun, segera berlari mendatangi korban. Saat ditemukan, korban telah terjatuh dengan kondisi kaki mengalami luka dan mengeluarkan darah,” ungkap Iptu Arifin.
Iptu Arifin menuturkan, suami korban kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke Polindes Koto Baru untuk mendapatkan pertolongan awal. Lantaran lukanya yang cukup serius, korban dirujuk ke Rumah Sakit Ibnu Sina Panti untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
”Akibat serangan tersebut, Yulnitawati mengalami luka robek pada kaki sebelah kanan. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Ibnu Sina Panti dalam kondisi sadar,” tutur Iptu Arifin.
Menindaklanjuti adanya kejadian tersebut, Iptu Arifin bersama jajaran bergerak melakukan langkah-langkah penanganan untuk memastikan kondisi di lapangan tetap aman serta mencegah terjadinya kejadian serupa. Pihaknya pun juga sudah berkomunikasi dengan BKSDA untuk menangani konflik hewan buas dengan warga ini.
“Kami juga menyampaikan imbauan kepada pemuka masyarakat agar informasi mengenai kemunculan beruang tersebut segera diteruskan kepada warga. Masyarakat yang beraktivitas di sekitar perkebunan diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri maupun satwa liar,” pungkasnya. (*)






