ERA BARU Chelsea bersama Xabi Alonso langsung dibuka dengan kemenangan, tetapi bukan tanpa drama. The Blues menaklukkan Fulham 3-2 dalam laga penuh gol di Craven Cottage, sekaligus memperlihatkan dua wajah berbeda dari tim yang kini memasuki babak baru.
Chelsea tampil tajam dan agresif di lini depan. Namun di sisi lain, masalah lama di pertahanan masih terlihat jelas dan hampir membuat kemenangan mereka sirna.
Hanya 31 detik setelah pertandingan dimulai, Joao Pedro sudah membawa Chelsea unggul. Serangan cepat tersebut menjadi gambaran awal mengenai sepak bola yang ingin dibangun Alonso.
Namun, keunggulan cepat itu tidak membuat pertandingan berjalan mudah. Melansir Football360, Chelsea langsung menunjukkan intensitas tinggi sejak kick-off.
Bola dari Jorge Cuenca di lini belakang diteruskan Levi Colwill hingga jatuh ke Palmer. Sang gelandang kemudian memberikan umpan pendek yang membuka ruang bagi Joao Pedro.
Penyerang tersebut memanfaatkan kesempatan dengan sempurna dan menaklukkan Bernd Leno yang keluar dari sarangnya.
Gol cepat itu seharusnya menjadi modal ideal bagi Chelsea. Namun, lini pertahanan mereka justru kembali memperlihatkan kerentanan. Robert Sánchez menjadi salah satu pemain yang paling disorot.
Fulham perlahan menemukan celah dan Josh King berhasil menyamakan kedudukan.
Sánchez sebenarnya sudah sempat terlihat tidak meyakinkan ketika berusaha menghadapi tembakan King sebelumnya. Tetapi pada gol penyama kedudukan, kesalahannya jauh lebih mencolok.
Kiper Chelsea tersebut memberikan terlalu banyak ruang di tiang dekat dan terlambat bereaksi. Bola akhirnya melewati tangannya yang tidak cukup kuat untuk menghalau tembakan King.
Situasi itu menjadi pengingat bahwa meskipun Chelsea menghabiskan sekitar £350 juta pada musim panas, masih ada pekerjaan besar yang harus dilakukan Alonso, terutama di lini belakang.
Untungnya bagi Chelsea, mereka memiliki Cole Palmer. Pemain Inggris tersebut menjadi salah satu sosok paling berpengaruh dalam kemenangan ini. Kreativitasnya terlihat ketika ia mengirimkan umpan rapi kepada Maxence Lacroix yang bergerak dari belakang.
Lacroix kemudian mengecoh Leno sebelum memberikan bola kepada Morgan Rogers. Pemain baru yang didatangkan dengan rekor £117 juta itu tidak menyia-nyiakan peluang dan membawa Chelsea kembali unggul sebelum jeda. Debut Rogers pun langsung dihiasi gol.
Chelsea memasuki babak kedua dengan keunggulan 2-1, tetapi Palmer belum selesai.
Joao Pedro kembali memainkan peran penting dengan menahan bola di kotak penalti dan menunggu kedatangan Palmer. Begitu pemain Inggris itu mendapatkan ruang, ia dengan tenang melepaskan penyelesaian melewati Leno. Skor berubah menjadi 3-1.
Sebelumnya, Palmer juga sempat memperlihatkan kualitas individunya ketika melewati beberapa pemain Fulham sebelum melepaskan tembakan melengkung yang hanya sedikit melebar.
Performa tersebut semakin memperkuat kesan bahwa Palmer akan kembali menjadi pusat kreativitas Chelsea di bawah Alonso.
Namun Chelsea tidak pernah benar-benar mampu mengendalikan pertandingan. Fulham terus memberikan tekanan dan memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2 melalui Gonzalo García.
Tim tuan rumah bahkan memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan. Timothy Castagne berhasil melewati Colwill dan memaksa Sánchez melakukan penyelamatan.
Bola muntah kemudian mengenai kepala García sebelum masuk ke gawang. Setelah itu, Antonee Robinson memiliki kesempatan emas untuk menyamakan skor ketika Sánchez berada dalam posisi yang kurang ideal. Namun, bola yang dilepaskannya justru melebar.
Sánchez kemudian menebus sebagian kesalahannya dengan menggagalkan tembakan keras Ryan Sessegnon. Chelsea akhirnya mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
Kemenangan 3-2 ini memberikan Alonso awal yang sempurna dalam kariernya sebagai manajer Chelsea.
Ada banyak hal positif: Joao Pedro tampil menentukan, Rogers langsung mencetak gol pada debutnya, sementara Palmer menunjukkan bahwa dirinya masih menjadi sumber kreativitas utama tim.
Namun, masalah pertahanan juga tidak bisa diabaikan. Chelsea terlalu mudah memberikan peluang kepada Fulham dan Sánchez tampil tidak meyakinkan di bawah mistar.
Alonso mungkin membutuhkan waktu untuk membentuk pertahanan sesuai dengan sistem yang diinginkannya. Untuk sementara, hasil akhir adalah hal terpenting.
Chelsea mengawali era Xabi Alonso dengan tiga poin, tetapi kemenangan atas Fulham juga menjadi peringatan bahwa proyek baru ini masih membutuhkan banyak penyempurnaan. (jpg)






