SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Belajar Bersama Membuat Lamang Tungkek, Lestarikan Warisan Kuliner Khas Talawi

×

Belajar Bersama Membuat Lamang Tungkek, Lestarikan Warisan Kuliner Khas Talawi

Sebarkan artikel ini
TRADISI MALAMANG— Ketua GOW Kota Sawahlunto, Ny. Kemala Jeffry menghadiri kegiatan “Belajar Bersama Membuat Lamang Tungkek” di Museum Goedang Ransoem, Rabu (16/9).

SAWAHLUNTO, METRO— Pemerintah Kota Sa­wahlunto melalui Dinas Kebudayaan menggelar kegiatan “Belajar Bersama Membuat Lamang Tung­kek” di Museum Goedang Ransoem, Rabu (16/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan dan melestarikan lamang tungkek sebagai salah satu makanan khas Talawi, sekaligus memperkuat kepedulian ma­syarakat terhadap wa­risan kuliner tradisional Kota Sawahlunto.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua GOW Kota Sawahlunto, Ny. Kemala Jeffry, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan beserta jajaran, ibu-ibu ketua dan anggota organisasi perempuan se-Kota Sawahlunto, para juri, serta tamu undangan lainnya. Melalui kegiatan belajar bersama ini, para peserta ber­ke­sempatan mengenal pro­ses pembuatan lamang tungkek, serta mem­pe­rerat silaturahmi dan kebersamaan an­ta­rorga­nisasi perempuan di Kota Sawahlunto.

Ketua GOW Kota Sa­wahlunto, Ny. Kemala Jeffry, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan atas kerja sama dan dukungan yang diberikan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar belajar membuat makanan tradisional, tetapi juga menjadi sarana untuk me­nge­nal, menghargai, mem­per­ke­nalkan, dan me­­les­tarikan warisan kuliner a­gar tidak hilang ditelan zaman.

“Kami atas nama Pemerintah Kota Sawahlunto mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan atas kerja sama dan dukungannya sehingga kegiatan ini bisa terlaksana. Kegiatan ini bukan sekadar tentang bagaimana kita belajar membuat sebuah makanan, lebih dari itu kita belajar untuk mengenal, menghargai, memperkenalkan, dan me­­lestarikan warisan ku­liner agar tidak hilang ditelan zaman,” ujar Ny. Kemala Jeffry.

Baca Juga  Berharap akan Terlahir ”Dasrizal” Baru, Gubernur Mahyeldi Buka MTQN ke-41 di Sijunjung

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pertemuan hari ini, melainkan dapat terus dilanjutkan melalui praktik, pengembangan, dan pengenalan kepada ma­sya­rakat luas. “Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada pertemuan hari ini. Apa yang kita pelajari untuk terus dipraktikkan, dikembangkan, dan diperkenalkan sehingga lamang tungkek semakin dikenal sebagai salah satu kekayaan kuli­ner yang menjadi kebanggaan Kota Sawahlunto,” tuturnya. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pelestarian kuli­ner khas Talawi dan memastikan warisan budaya tersebut tetap hidup serta diwariskan kepada ge­nerasi mendatang. (pin)