SUDIRMAN, METRO — Pemerintah Kota Padang makin memperkuat komitmennya dalam menggerakkan roda ekonomi dan keuangan syariah daerah. Keseriusan tersebut membuahkan hasil manis setelah Kota Padang berhasil menembus posisi enam besar nominasi Anugerah Adinata Syariah 2026 yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, memaparkan langsung program unggulan serta komitmen daerah saat mengikuti penilaian nominasi yang dipimpin oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, di Ruang Rapat Istana Gubernur, Rabu (12/8/2026).
“Komitmen ini juga sudah tergambar dari kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Padang bersama DPRD Kota Padang. Ketika ada efisiensi anggaran, dukungan terhadap program keagamaan dan keuangan syariah tidak,” tegas Maigus Nasir menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap sektor keagamaan dan ekonomi syariah.
Lebih lanjut, Maigus mengungkapkan bahwa penguatan ekonomi syariah di Kota Padang dilaksanakan secara holistik melalui keberadaan Komite Daerah Ekonomi Keuangan Syariah (KDEKS) Kota Padang, penguatan di lembaga pendidikan, hingga digitalisasi rumah ibadah lewat program unggulan Smart Surau. Hal tersebut juga dinilai sangat selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat.
“Kita sangat optimistis mendapatkan penghargaan ini, karena kita tidak lagi berada pada tataran konsep atau pemikiran, tetapi sudah masuk kepada action. Kita sudah memulai dengan langkah-langkah konkret dan sekaligus memberikan dukungan pendanaan untuk pengembangan tersebut,” tambah Wawako.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Padang, Indra Noveri, merinci sejumlah langkah konkret Pemko Padang dalam mendukung ekosistem halal. Bentuk dukungan tersebut meliputi penyediaan anggaran percepatan sertifikasi halal, SNI, dan legalitas UMKM, hibah tanah untuk Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Sumbar, pembentukan kota wakaf, hingga optimalisasi pengelolaan ZISWAF.
Dalam penilaian Anugerah Adinata Syariah 2026 ini, Kota Padang bersaing ketat dengan lima daerah nominasi lainnya, yakni Kabupaten Lima Puluh Kota, Sijunjung, Solok Selatan, Kota Pariaman, dan Payakumbuh. Tim penilai independen terdiri dari gabungan OPD Pemprov Sumbar, BPJPH Sumbar, Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, serta akademisi dari UIN Imam Bonjol Padang. Turut hadir mendampingi Wawako dalam kesempatan tersebut, Sekda Kota Padang Raju Minropa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, serta Direktur Eksekutif KDEKS Kota Padang Muhammad Sobri.(oza)






