PADANG, METRO — Suasana kebersamaan begitu terasa saat Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kelurahan Gunung Pangilun menggelar Lomba Malamang Basamo di Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Sabtu (22/8). Mengusung tema “Malamang Basamo, Menghidupkan Tradisi, Mempererat Silaturahmi Antar Warga”, kegiatan yang diikuti 11 kelompok peserta ini digelar meriah guna memperingati HUT Kota Padang ke-357, HUT RI ke-81, sekaligus menyambut Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. “Kota Padang adalah kota gastronomi, dan kita tengah mencetuskan serta memperjuangkan posisi Kota Padang sebagai kota gastronomi di tingkat nasional hingga internasional. Gastronomi itu mencakup makanan, budaya, hingga adat istiadat. Makanya kegiatan Lomba Malamang ini menyokong penuh nilai-nilai gastronomi yang ada di Kota Padang,” ujar Staf Ahli Wali Kota Padang Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Syahrial Kamat, saat memberikan sambutan. Ia menegaskan, tradisi kuliner lokal ini merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Minangkabau yang berpotensi besar menembus panggung dunia.
Acara yang berlangsung hangat ini turut dihadiri Camat Padang Utara Sa’at, Ketua LPM Gunung Pangilun Wahyu Iraman Putra, serta Ketua BKMT Kelurahan Gunung Pangilun Helma Gusnita. Selain sebagai ajang silaturahmi warga, Lomba Malamang Basamo menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan penetapan Kota Padang masuk ke dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network – UCCN) kategori Gastronomi. Tradisi memasak lamang di bambu ini juga selaras dengan sembilan Program Unggulan (Progul) Pemko Padang, seperti Padang Rancak, Jelajah Padang, dan Padang Melayani dalam memperkuat sektor pariwisata berbasis kebudayaan. Pemko Padang pun mendorong agar generasi muda terus dilibatkan dan dibekali keahlian membuat lamang, termasuk mengembangkan inovasi rasa dan penyajian tanpa menghilangkan cita rasa autentik Minang.
Melihat antusiasme peserta dan warga, Syahrial Kamat berharap ajang pelestarian budaya ini tidak hanya mandek di tingkat kelurahan. “Keahlian malamang ini harus diturunkan kepada generasi berikutnya agar warisan tradisi ini bisa turun-temurun dan tidak punah. Kedepan, kita berharap kegiatan ini bisa terus ditingkatkan dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga tingkat Kota Padang,” tutupnya.(oza)






