SOLOK, METRO— Udara dingin khas perbukitan Gunung Talang dan kepulan asap tipis dari kendaraan yang melintas menjadi saksi bisu sibuknya urat nadi transportasi yang menghubungkan Kota Padang, Kabupaten Solok, hingga Kota Sawahlunto. Di lintasan arteri ini, pergerakan lalu lintas barang dan mobilitas masyarakat seakan tak pernah tidur. Menyadari peran vital ruas jalan nasional tersebut bagi perekonomian kawasan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, terus memperkuat kualitas infrastruktur jalan agar tetap mantap dan tangguh.
Langkah nyata penanganan tersebut kini tuntas direalisasikan pada ruas Jalan Raya Padang–Solok di kawasan Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.
Lintasan sepanjang 675 meter tersebut kini dilapisi perkerasan beton semen (rigid pavement) setebal 30 sentimeter dengan mutu beton tinggi FS 45 MPa. Spesifikasi teknis ini dipilih secara presisi untuk menahan beban tonase kendaraan berat, menekan daya aus jalan, serta memperpanjang masa layan infrastruktur.
Selama proses konstruksi berlangsung, penerapan skema lalu lintas buka-tutup satu lajur diberlakukan secara ketat. Pengaturan yang sigap oleh petugas di lapangan memastikan denyut distribusi logistik dan mobilitas harian masyarakat tetap mengalir aman dan teratur.
Kehadiran jalan berkonstruksi tebal ini disambut hangat oleh para pengguna jalan dan pelaku usaha lokal yang menggantungkan mata pencaharian mereka pada jalur logistik ini.
Rahmad (42), pedagang hasil bumi asal Solok yang rutin melintasi kawasan tersebut, mengungkapkan rasa leganya atas peningkatan kualitas jalan ini.
“Dulu kalau lewat sini saat hujan atau lalu lintas padat, rasanya waswas karena permukaan jalan gampang aus. Sekarang setelah dibeton tebal, jalannya terasa jauh lebih kokoh dan stabil. Kami sangat bersyukur karena perjalanan terasa lebih aman dan pengiriman barang jadi lebih lancar,” ungkap Rahmad. Upaya preservasi terukur dari BPJN Sumatera Barat ini bukan sekadar membangun fisik jalan, melainkan bentuk komitmen nyata dalam merajut keamanan berkendara, memperlancar rantai pasok ekonomi daerah, serta memastikan jaringan jalan nasional siap menopang pertumbuhan Sumatera Barat ke depan.(vko)






