SOLOK/SOLSEL

Sosialisasi ATS dan ABPS, Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Pastikan Hak Anak

×

Sosialisasi ATS dan ABPS, Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Pastikan Hak Anak

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI— Pemkab Solok menggelar Sosialisasi Gerakan Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Penekanan Angka Anak Berisiko Putus Sekolah (ABPS). Ini merupakan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan yang layak.

SOLOK, METRO— Pemerintah Kabupaten Solok sosialisasikan Gerakan Penanganan Anak Tidak Se­kolah (ATS) dan Penekanan Angka Anak Berisiko Putus Sekolah (ABPS) di Kabupaten Solok. Ini merupakan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memastikan setiap anak men­dapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan yang la­yak.

Narasumber dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Suma­tera Barat, Roza Linda memberikan pemaparan terkait strategi penanganan Anak Tidak Sekolah serta langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mencegah anak agar tidak sampai mengalami putus sekolah. Kegiatan ini juga diikuti oleh Koordinator Pe­ngawas dan Kepala SMP se-Kabupaten Solok, Guru Bim­bingan dan Konseling (BK)/Wakil Kesiswaan SMP se-Ka­bupaten Solok, Komite SMP se-Kabupaten Solok, Ketua PKBM Kabupaten Solok, serta para tamu undangan lainnya.

Bunda Guru PGRI Kabupaten Solok, Ny, Nia Jon Firman Pandu berharap berbagai pihak yang terlibat dalam pe­nyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Solok didorong untuk memiliki kepedulian dan komitmen bersama dalam mengidentifikasi serta me­nangani anak yang sudah tidak bersekolah maupun a­nak yang memiliki risiko putus sekolah.

Baca Juga  ASN Solsel Diminta Tingkatkan Pelayanan Bagi Masyarakat

Penanganan ATS dan ABPS tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, guru, orang tua, komite sekolah, masyarakat, serta lembaga pendidikan nonformal.  “Kolaborasi tersebut menjadi penting agar se­tiap permasalahan yang menjadi penyebab anak tidak melanjutkan pendidikan da­pat diketahui dan ditangani secara tepat,” ungkap Nia Jon Firman Pandu.

Dikatakan Nia Jon Firman Pandu, melalui kegiatan so­sialisasi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan semakin memahami pentingnya pendataan, pe­metaan, pendampingan, serta pencarian solusi bagi anak-anak yang berada di luar sistem pendidikan maupun yang berpotensi mengalami putus sekolah.

Baca Juga  Tiga Ribu Rumah Akan Dibangun, Bupati  Khairunas: Golden Arm Disiapkan Jadi Kota Baru

“Keberadaan guru, khu­susnya guru BK dan unsur kesiswaan, juga memiliki peran strategis dalam mendeteksi sejak dini berbagai persoalan yang dihadapi peserta didik. Dengan deteksi dan pendam­pingan yang tepat, potensi anak untuk meninggalkan pendidikan dapat ditekan sedini mungkinm,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Solok berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya layanan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Setiap anak diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan, me­ngembangkan potensi diri, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik. “Melalui gerakan bersama dalam penanganan ATS dan penekanan ABPS, Kabupaten Solok diharapkan mampu menekan angka anak yang tidak bersekolah maupun anak yang berisiko putus sekolah, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di ma­sa mendatang,” tuturnya. (vko)