METRO BISNIS

Kabut Asap Melanda, BRI BO Dharmasraya Bagi-bagi Masker Gratis

×

Kabut Asap Melanda, BRI BO Dharmasraya Bagi-bagi Masker Gratis

Sebarkan artikel ini
: BRI BO Dharmasraya melaksanakan bagi-bagi masker gratis kepada masyarakat yang terdampak kabut asap di daerah tersebut, Jumat (28/6).

DHARMASRAYA, METRO– Kabut asap yang melanda Kabupaten Dharmasraya semakin parah. Kondisi ini berdampak terhadap kesehatan masyarakat seperti ancaman penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Menghadapi kondisi tersebut, BRI Branch Office (BO) Dharmasraya melaksanakan bagi-bagi masker gratis kepada masyarakat yang terdampak kabut asap di daerah tersebut, Jumat (28/6).

Bagi-bagi masker gratis kepada pengendara tersebut dipimpin langsung oleh Pemimpin BRI Cabang Dharmasraya, Amet Candra Dinata bersama Insan Brilian BRI BO Dharmasraya.

Kegiatan bagi-bagi masker gratis ini wujud kepedulian BRI dalam membantu masyarakat menjaga kesehatan dan mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat kondisi kualitas udara yang kurang baik.

Baca Juga  Subsidi Per Maret 2022 Capai Rp 28,3 T, BBM dan LPG Naik 2 Kali Lipat

“Masker dibagikan secara langsung kepada masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, khususnya mereka yang terdampak kabut asap,” terang Amet Candra.

Melalui kegiatan tersebut, BRI BO Dharmasraya berharap bantuan sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap.

Terpisah, Kalaksa BPBD Kabupaten Dharmasraya Suherman Junaidi mengatakan, hotspot di Dharmasraya nihil. “Alhamdulillah, berdasarkan pantauan aplikasi SiPongi KLHK, hotspot di Sumbar, khususnya Kabupaten Dharmasraya, nihil,” kata Suherman Junaidi.

Baca Juga  Beli Honda PCX 160 Lebih Untung di PT Menara Agung

Namun, kondisi kualitas udara di Pulau Punjung masih tergolong tidak sehat. Berdasarkan pantauan aplikasi IQAir pada Kamis sekitar pukul 10.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Pulau Punjung berada pada angka 165 dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 74,8 mikrogram per meter kubik.

Kondisi itu menunjukkan udara di wilayah tersebut masih dipengaruhi polusi partikulat. Dengan tidak ditemukannya hotspot di Dharmasraya, kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah diduga berasal dari sumber kebakaran atau polusi udara dari luar daerah.(rel/fan)