PADANG, METRO— Identitas mayat membusuk yang ditemukan di kawasan Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, akhirnya terungkap. Mayat tersebut diketahui bernama Ifrira Yulisma, seorang laki-laki yang merupakan warga Air Dingin, Kota Padang.
Kepala RS Bhayangkara Padang, Kompol dr Harry Andromeda mengatakan, identitas korban berhasil dikenali setelah pihak rumah sakit melakukan pencocokan berdasarkan ciri fisik dan pakaian terakhir yang dikenakan korban.
“Korban diketahui bernama Ifrira Yulisma, jenis kelamin laki-laki, warga Air Dingin, Kota Padang. Identitas korban diketahui berdasarkan sejumlah ciri yang masih dapat dikenali pada tubuh korban,” kata Kompol Harry, Selasa (1/9).
Menurut Kompol Harry, setelah proses identifikasi selesai, pihak RS Bhayangkara Padang langsung menghubungi keluarga korban. Keluarga kemudian datang ke rumah sakit untuk menjemput jenazah.
“Jenazah Ifrira Yulisma, telah dijemput keluarga pada Senin (31/8) sekitar pukul 12.24 WIB. Proses penyerahan jenazah dilakukan di RS Bhayangkara Padang,” ungkap Kompol Harry.
Sebelumnya, warga kawasan Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, dihebohkan dengan penemuan mayat tanpa identitas yang kondisinya tak lagi utuh dan membusuk di tepi sungai, Minggu (30/8) sekitar pukul 12.00 WIB.
Dari rekaman video yang beredarm terlihat posisi mayat tergeletak pasrah di dalam aliran air sungai. Tubuh mayat tersebut tampak berada di antara aliran dan bebatuan sungai. Kondisi fisik mayat juga sangat memprihatinkan karena sudah mengalami pembusukan dan beberapa bagian tubuhnya mulai rusak.
Meski mayat tersebut sudah membusuk, tapi masih mengenakan pakaian lengkap. Terlihat pada bagian bawah masih melekat celana berbahan jeans. Sedangkan badannya juga terpasang baju. Polisi selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap identitas dan penyebab kematian korban.
Setelah baeberapa jam usai ditemukan, Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi mayat dari lokasi. Mayat tersebut dimasukkan ke dalam kantong lalu digotong beramai-ramai melewati medan yang cukup sulut. Menjelang magrib, proses evakuasi pun selesai. Jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Padang untuk pemeriksaan lanjutan.
Kapolsek Koto Tangah, Kompol Afrino, membenarkan adanya laporan penemuan mayat di aliran Sungai Bangek. Menurutnya, mayat pertama kali ditemukan oleh pemuda yang sedang mencari ikan di kawasan tersebut lalu dilaporkan ke Polsek.
“Kami langsung mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan pengamanan. Tim Identifikasi dan Ianfis dari Polresta Padang juga datang untuk memeriksa jenazah maupun olah TKP,” kata Kompol Afrino kepada wartawan.
Kompol Afrino menuturkan, pihaknya belum bisa memastikan usia, jenis kelamin mapun penyebab kematian mayat yang ditemukan tersebut. Pasalnya, pihaknya masih menunggu keterangan resmi dari Tim Dokter Forensik RS Bhayangkara.
“Kami masih fokus mengumpulkan bukti petunjuk awal sekaligus memintai keterangan dari saksi-saksi. Kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya, silahkan datang ke RS Bhayangkara untuk mengeceknya,” tutur Kompol Afrino. (*)






