METRO PESISIR

Dua Anak Tewas Terseret Arus Sungai Batang Nareh, Bupati Sambangi Rumah Duka, Serahkan Bantuan

×

Dua Anak Tewas Terseret Arus Sungai Batang Nareh, Bupati Sambangi Rumah Duka, Serahkan Bantuan

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN—Bupati Padangapriaman John Kenedy Aziz didampingi Ketua TP-PKK, mendatangi rumah duka kedua korban untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga dan serahkan bantuan.

PDG.PARIAMAN, METRO–Duka menyelimuti keluarga dua anak yang menjadi korban terseret arus Sungai Batang Nareh, Korong Lembak Pasang, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman. Musibah yang terjadi saat ketiganya mandi di sungai tersebut meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan masyarakat se­tempat. Sebagai bentuk kepedulian dan rasa duka, krmarin, Bupati Padangpariaman  John Kenedy Azis bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Padangpariaman Ny. Nita Azis, didampingi jajaran perangkat daerah  mendatangi rumah duka kedua korban untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga.

Bupati Padangpariaman menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam, baik atas nama pribadi maupun Pemerintah Kabupaten Padangpariaman. ”Ini adalah musibah yang tentu sangat berat bagi keluarga. Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Pa­dangpariaman, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga kedua korban men­dapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan di­­b­erikan ketabahan serta kekuatan,” ujarnya.

Bupati bersama Ketua TP-PKK juga memberikan dukungan kepada keluarga korban. Di dua rumah duka yang berbeda, Bupati dan Ny. Nita Azis menyerahkan bantuan berupa kebutuhan bahan pokok serta santunan uang kepada masing-masing orang tua korban. Menurut Bupati, bantuan tersebut bukan sekadar bentuk perhatian pemerintah, tetapi juga sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian terhadap ma­syarakat yang sedang meng­hadapi musibah. ”Ka­mi berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga. Pemerintah daerah akan selalu hadir bersama masyarakat, terutama ketika ma­sya­rakat kita mengalami mu­sibah,” katanya.

Baca Juga  Tunjukan Komitmen GSM, Wawako Pariaman Apresiasi Kegiatan Bersihkan Pantai

Tiga Anak Terseret A­rus Saat Mandi di Sungai Musibah tersebut terjadi pada Kamis sore sekitar pukul 15.00 WIB. Tiga anak berusia sekitar 10 tahun diketahui mandi di Sungai Batang Nareh bersama empat orang temannya sepulang sekolah. Saat kejadian, kondisi arus sungai menguat seiring dengan kondisi air pasang. Tiga anak kemudian terseret arus dan hilang dari pandangan. Warga yang me­ngetahui kejadian tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan. Salah seorang korban berinisial N berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke tempat aman.

Sementara dua korban lainnya, F dan Z, terbawa arus. Warga bersama tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai. Korban F ditemukan sekitar pukul 16.07 WIB dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya dievakuasi dari aliran sungai. Pencarian terhadap korban Z terus dilakukan hingga pa­gi. Tim SAR gabungan mem­perluas penyisiran di sepanjang aliran Sungai Batang Nareh. Setelah pen­carian dilakukan secara intensif, korban Z akhirnya ditemukan sekitar pukul 11.48 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan sekitar 300 meter dari lokasi awal dinyatakan tenggelam dan selanjutnya dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Bupati Ingatkan Orang Tua Awasi Anak Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Padangpariaman me­ngingatkan seluruh ma­syarakat, khususnya para orang tua, untuk me­ning­katkan kewaspadaan terhadap keselamatan anak-anak ketika bermain di luar rumah. Bupati meminta agar anak-anak tidak dibiarkan bermain atau mandi di sungai tanpa pengawasan orang dewasa, terlebih ketika kondisi cuaca, arus sungai, dan ketinggian air tidak memungkinkan. ”Musibah ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Kami mengajak para orang tua untuk terus berhati-hati dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-a­nak. Jangan biarkan anak bermain di tempat-tempat yang berisiko, termasuk mandi di sungai tanpa pengawasan,” tegasnya.

Baca Juga  DJPb Sumbar Serahkan Bantuan Sembako untuk Enam Keluarga

Menurutnya, keselamatan anak merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya orang tua, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar perlu saling mengingatkan dan mengawasi. ”Anak-anak kita adalah generasi pe­nerus. Mari kita jaga bersama. Sekecil apa pun potensi bahaya, harus kita antisipasi. Jangan sampai kelengahan sesaat berujung pada penyesalan seumur hidup,” pesan Bupati.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh unsur SAR gabungan yang telah bergerak cepat memberikan pertolongan dan melakukan pencarian terhadap para korban. ”Terima kasih kepada mas­ya­rakat, tim SAR, BPBD, TNI, Polri dan seluruh pihak yang telah membantu sejak awal kejadian hingga proses pencarian dan e­vakuasi. Semoga kebersamaan dan kepedulian se­perti ini terus kita jaga di tengah masyarakat,” tu­tup­nya. Pemerintah Kabupaten Padangpariaman kembali mengingatkan ma­syarakat untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan sebelum me­lakukan aktivitas di sungai, terutama saat arus menguat, air keruh, atau terjadi peningkatan debit air. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, terutama bagi a­nak-anak.(efa)