PADANG, METRO— Nasib nahas dialami dua orang pemancing yang sedang berada di pinggir batu di bawah VTS Bukit Lampu, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Pasalnya, mereka tiba-tiba dihantam ombak besar hingga keduanya terjatuh ke laut pada Minggu pagi (13/9).
Akibatnya, Korban pertama, Asriadi (46), warga Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, mengalami luka robek pada tumit dan patah tulang pada lututnya. Korban berupaya menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian dan berhasil memanjat batu karang.
Sedangkan rekannya, Yatman Pitor (39), warga Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, bertahan di tengah laut dengan berpegangan pada sebilah kayu yang mengapung. Yatman pun berhasil diselamatkan oleh nelayan yang kebetulan melintas di kawasan itu menggunakan perahu.
Kepala Kantor SAR Padang sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC) Padang, Abdul Malik, melaporkan informasi kejadian pertama kali diterima pihaknya dari Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Orlando pada pukul 08.24 WIB.
“Laporan awal yang diterima petugas menyebutkan adanya satu orang yang terjatuh di tepi tebing ketika memancing di kawasan Bukit Lampu. Namun, berdasarkan kronologi awal yang diperoleh kemudian, terdapat dua pemancing yang berada di lokasi saat gelombang besar menghantam kawasan tersebut,” kata Abdul Malik.
Dijelaskan Abdul Malik, kedua pemancing diketahui sedang memancing di pinggir batu di bawah VTS Bukit Lampu. Secara tiba-tiba, ombak besar datang dan menghantam keduanya hingga terjatuh ke laut.
“Setelah menerima informasi kejadian, Kantor SAR langsung menyiapkan personel untuk menuju lokasi. Tim Rescue berangkat pada pukul 08.45 WIB dengan kekuatan tujuh personel. Dalam operasi tersebut, Tim SAR membawa sejumlah peralatan untuk mendukung proses pencarian, pertolongan, dan evakuasi,” jelas Abdul Malik.
Menurut Abdul Malik, peralatan yang digunakan antara lain Rescue Car, peralatan SAR mountaineering, peralatan medis, peralatan komunikasi, drone thermal, serta perlengkapan pendukung lainnya.
“Proses penanganan di lapangan tidak sepenuhnya mudah. Tim SAR harus menghadapi kondisi medan yang terjal di sekitar lokasi kejadian. Faktor medan tersebut menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan operasi. Pada saat kejadian dan pelaksanaan operasi SAR, kondisi cuaca dilaporkan berawan,” tutur Abdul Malik.
Abdul Malik menuturkan, okasi kejadian berjarak sekitar 32 kilometer melalui jalur darat dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang. Titik kejadian berada pada koordinat 1°02’35.2″S 100°22’47.8″E.
“Medan tebing yang curam membuat proses evakuasi membutuhkan peralatan mountaineering. Petugas juga harus meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah risiko terhadap korban maupun tim penyelamat. Korban sudh berhasil dievakuasi laludibawa menuju Dermaga Ditpolairud Polda Sumbar atas permintaan keluarga,” tutupnya. (*)






