BERITA UTAMA

Batagak Gala Penghulu Suku Melayu, H.Maswan Nursu’ud, SS, Dt. Singo Labiah, Teguhkan Sako dan Perkuat Peran Adat di Koto Tangah

×

Batagak Gala Penghulu Suku Melayu, H.Maswan Nursu’ud, SS, Dt. Singo Labiah, Teguhkan Sako dan Perkuat Peran Adat di Koto Tangah

Sebarkan artikel ini
PROSESI BATAGAK PANGHULU— Prosesi batagak gala Penghulu Suku Melayu Nagari Koto Tangah,H.Maswan Nursu’ud, SS, Dt. Singo Labiah digelar Sabtu (12/9).

PADANG, METRO– Prosesi Batagak Gala Penghulu Suku Melayu Nagari Koto Tangah, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, digelar di Rumah Gadang Suku Melayu, Gang Melayu, Kelurahan Padang Sarai, Sabtu (12/9). Prosesi adat tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan kembali sako (gelar pusaka) sekaligus memperkuat peran penghulu dalam membimbing anak kemenakan.

Dalam prosesi tersebut, H. Maswan Nursu’ud, S.S., Dt. Singo Labiah, resmi dikukuhkan sebagai penghulu Suku Melayu Nagari Koto Tangah.

Maswan mengatakan, seorang penghulu memiliki tanggung jawab sebagai tempat bertanya bagi anak kemenakan sekaligus menjadi pembawa kabar bagi kaumnya. Prinsip tersebut tercermin dalam pepatah adat, ”Pai tampek batanyo, pulang tampek barito” atau pergi menjadi tempat bertanya dan pulang membawa berita.

Menurutnya, filosofi tersebut mengandung pesan agar setiap anak kemenakan yang pergi merantau maupun menuntut ilmu dapat kembali membawa pengetahuan, wawasan, pengalaman, serta kabar yang bermanfaat bagi kampung halaman.

“Jadi, kalau ke depan anak kemenakan memiliki persoalan atau membutuhkan tempat bertanya, mereka dapat datang kepada kita yang dituakan. Kami berharap anak kemenakan menjadikan penghulu sebagai tempat bertanya dan menyampaikan berita,” ujar Maswan.

Ia menjelaskan, pengukuhan gelar tersebut merupakan bagian dari upaya ”Mambangkik Batang Tarandam, Managakkan Sako Lama”. Gelar Dt. Singo Labiah, katanya, termasuk salah satu gelar yang tergolong tua di Nagari Koto Tangah.

“Namun, kami merupakan generasi keempat dari angku kami. Jarak antara generasi ketiga dan keempat sekitar 75 tahun. Karena itu, sekarang payungnya sudah kembali berkembang. Inilah yang kami maksud dengan mambangkik batang tarandam, managakkan sako lama,” jelasnya.

Baca Juga  Tawuran Dibubarkan Warga, Celurit dan Tombak 2 Meter Diamankan

Maswan berharap pengukuhan tersebut dapat menjadi pengingat bagi anak kemenakan untuk mengenal, menjaga, dan meneruskan adat serta warisan keluarga dan kaum.

Ia mengatakan, secara adat dirinya telah menjalani proses yang disebut basuh kaki pada Oktober 2021. Namun, proses Batagak Gala baru dapat dilaksanakan sekarang karena sebelumnya ia dipercaya menjalankan berbagai tugas di bidang pembangunan Nagari Koto Tangah.

Menurut Maswan, amanah tersebut membuatnya lebih dahulu berkonsentrasi pada sejumlah program pembangunan, di antaranya pembangunan pasar dan pengembangan lembaga pendidikan bahasa Jepang.

“Karena mendapat amanah di bidang pembangunan nagari, saya lebih dahulu berkonsentrasi membangun pasar dan membangun lembaga bahasa Jepang. Karena itu, proses melewakan gala ini sempat tertunda,” katanya.

Selain penguatan adat, Maswan juga menyampaikan sejumlah rencana pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya mendorong anak nagari untuk belajar dan bekerja di Jepang melalui lembaga yang sedang dipersiapkan.

“Mudah-mudahan anak-anak kita dapat belajar dan menuntut ilmu serta bekerja di Jepang. Selain itu, kami juga membangun jalan sepanjang satu kilometer bersama anak kemenakan di Batipuh Panjang, Anak Aia. Insyaallah, lembaga dan Pasa Nagari Pakan Jumat akan dibuka tahun ini dengan lokasi pasar di Batu Gadang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Tangah, H. Alhidir Dt. Mudo Penjamuan, mengatakan prosesi Batagak Gala Penghulu Suku Melayu kepada H. Maswan Nursu’ud merupakan momentum penting bagi kaum dan nagari.

Baca Juga  Hj. Devi Novrita, SE Nyatakan Pemilik Sah Tanah di Samping Kantor Perpustakaan Arsip Sumbar

Menurut Alhidir, prosesi tersebut memang sempat tertunda karena Maswan sebelumnya dipercaya menjalankan amanah sebagai Ketua Bidang Pembangunan serta terlibat dalam upaya pembangunan dan perbaikan Pasar Balai Gadang.

“Selain itu, beliau juga telah melaksanakan amanah kaum, di antaranya membangun jalan dan beberapa rumah. Itulah kegiatan-kegiatan positif yang telah dilakukan,” katanya.

Alhidir berharap setelah pengukuhan gelar tersebut, kerja sama antara penghulu, KAN, masyarakat, dan pemerintah dapat semakin kuat untuk melanjutkan berbagai program pembangunan.

“Harapan kami adalah kerja sama yang baik dan melanjutkan program yang sudah berjalan. Program sekolah ke Jepang juga sudah dipersiapkan sarana dan prasarananya dan dalam waktu dekat diharapkan dapat dilaksanakan,” ujarnya.

Camat Koto Tangah, Rio Ebu Pratama, S.IP., M.M., turut menyampaikan ucapan selamat kepada H. Maswan Nursu’ud, S.S., Dt. Singo Labiah atas pelaksanaan prosesi Batagak Gala Penghulu Suku Melayu tersebut.

Menurut Rio, Batagak Gala bukan sekadar prosesi adat, tetapi memiliki makna penting dalam memperkuat keberadaan sako serta peran penghulu di tengah masyarakat.

“Prosesi Batagak Gala Penghulu Suku Melayu di Kenagarian Koto Tangah, Kota Padang, digelar untuk meneguhkan kembali sako atau gelar pusaka dan memperkuat peran penghulu dalam membimbing anak kemenakan serta bersinergi dengan pemerintahan, khususnya di Kecamatan Koto Tangah,” tutur Rio. (ped)