JAKARTA, METRO— Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia bertekad menjadi negara yang kuat, tangguh, dan mampu berdiri di atas kaki sendiri (berdikari).
Bagi dia, Indonesia harus memiliki kebebasan dalam menentukan arah serta kepentingan nasional tanpa didikte kekuatan tertentu.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di New Delhi, India.
Dalam kesempatan itu, dia menyebut ketangguhan nasional sebagai modal penting untuk menjaga kedaulatan sekaligus menentukan masa depan bangsa.
“Kita tidak ingin didikte oleh satu atau dua kekuatan mana pun. Kita harus menjadi tangguh. Dan dengan demikian, kita menjadi benar-benar mandiri,” kata Prabowo, Minggu (13/9).
Prabowo mengatakan, fondasi kekuatan sebuah negara harus dibangun dari kemampuan yang dimiliki di dalam negeri.
Ketangguhan nasional, kata dia, tidak semata-mata ditentukan oleh posisi sebuah negara dalam percaturan global, tetapi juga dari kemampuannya memenuhi kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut mencakup kemampuan negara dalam menyediakan pangan, memastikan kebutuhan energi, memberikan pendidikan, hingga membuka akses bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.
“Kekuatan selalu dimulai dari dalam negeri, dari rakyat kita, dari kemampuan kita untuk memberi makan rakyat, menjamin energi yang mereka butuhkan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk mencapai kesejahteraan,” tegasnya.
Menurut Prabowo, kemampuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat menjadi salah satu ukuran penting dalam membangun negara yang kokoh.
Kemandirian nasional tidak akan terwujud apabila negara masih rentan terhadap berbagai tekanan dari luar.
Dalam forum BRICS, Prabowo juga menyoroti pentingnya memperkuat solidaritas dan kerja sama di antara negara-negara Global South.
Kerja sama tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan bersama bagi negara berkembang dalam memperjuangkan kepentingan masing-masing.
Prabowo menilai negara-negara berkembang akan memiliki posisi yang lebih kuat apabila mampu membangun kerja sama yang erat.
Salah satu bidang yang dinilai strategis adalah ketahanan pangan dan energi, yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan serta stabilitas sebuah negara.
Kerja sama BRICS, kata Prabowo, dapat diarahkan untuk memperkuat kemampuan negara-negara anggota dalam menghadapi tantangan pangan dan energi.
Selain meningkatkan ketahanan nasional, kolaborasi tersebut juga dinilai mampu membuka peluang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang.
“Dengan berdiri bersama, kita juga menjadi lebih kuat,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan bahwa kekuatan kolektif tersebut harus digunakan untuk mendorong terciptanya tata dunia yang lebih adil dan setara.
Menurut mantan Menteri Pertahanan itu, penguatan kerja sama antarnegara tetap harus berjalan seiring dengan upaya mempertahankan sistem multilateral.
“Bersama-sama, kita dapat membuat kekuatan kita benar-benar berarti,” pungkasnya. (jpg)






