PADANG, METRO—Nasib nahas dialami oleh salah seorang pemulung di Kota Padang. Pasalnya, ia hanyut dan tenggelam usai terpeleset jatuh ke aliran banjir kanal saat tengah bekerja mencari barang di Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, Jumat (1/5).
Insiden hilangnya korban di banjir kanal sontak membuat heboh masyarakat setempat. Tim SAR gabungan yang mendapat laporan adanya orang hilang, langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian dengan menggunakan perahu karet.
Semenara itu, di sisi kiri dan kanan banjir kanal, ribuan warga terlihat antusias menyaksikan proses pencarian. Setelah lebih dua jam, warga yang ikut membantu mencari dengan berjalan kaki menyusuri aliran banjir kanal, berhasil menemukan korban bernama Fajar Saputra (29), dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Jenazah korban yang diketahui merupakan warga Tabiang Banda Gadang RT 02 RW 01, Kelurahan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, kemudian dievakuasi Tim SAR gabungan dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 500 meter dari lokasi awal kejadian.
“Kejadian bermula sekitar pukul 08.15 WIB di kawasan banjir kanal, tepatnya di Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, dekat jembatan Taman Siswa (Tamsis). Saat itu, korban sedang mencari barang bekas di area bendungan banjir kanal,” kata Hendri.
Menurut Hendri, diduga, korban terpeleset di sekitar bendungan hingga akhirnya jatuh ke aliran air dan terseret arus. Lokasi yang licin serta derasnya aliran banjir kanal menjadi faktor yang memperparah situasi.
“Proses pencarian melibatkan berbagai unsur Tim SAR Gabungan, di antaranya BPBD, Damkar, Basarnas, Polri, TNI, Satpol PP, pihak kecamatan dan kelurahan, PMI, Tagana, KSB, relawan kebencanaan, serta masyarakat sekitar,” jelas dia.
Hendri menuturkan, upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 10.54 WIB, korban ditemukan sekitar 500 meter dari titik awal kejadian. Saat ditemukan, kondisi korban dinyatakan Kode Hitam atau meninggal dunia.
“Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut.
BPBD Kota Padang, kata Hendri, menyampaikan keprihatinan dan risiko tinggi yang dihadapi para pemulung yang bekerja di area berbahaya seperti aliran banjir kanal. Selain kondisi lingkungan yang licin, arus air yang tidak terduga menjadi ancaman serius bagi keselamatan.
“Kami mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, bendungan, maupun kanal,. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan,” tutupnya. (ped)





