PAYAKUMBUH/50 KOTA

Transformasi Layanan Kesehatan, Pemko Arahkan 171 Posyandu Layani Seluruh Siklus Hidup

×

Transformasi Layanan Kesehatan, Pemko Arahkan 171 Posyandu Layani Seluruh Siklus Hidup

Sebarkan artikel ini
GERAKAN POSYANDU— Wakil Wali Kota Elzadaswarman membuka Kegiatan Gerakan Posyandu Bidang Kesehatan Wujudkan RT/RW Sehat di Aula Gedung Pelatihan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatra Barat.

PAYAKUMBUH, METRO–Pemerintah Kota Payakumbuh terus memper­kuat peran Posyandu sebagai ujung tombak pela­yanan kesehatan ma­syarakat. Saat ini, seba­nyak 171 Posyandu aktif di Payakumbuh telah diarahkan bertransformasi untuk melayani seluruh siklus hidup, mulai dari ibu hamil hingga lanjut usia (lansia). Langkah strategis tersebut selaras dengan perubahan paradigma ke­sehatan nasional dari pe­ngobatan (kuratif) menuju pencegahan dan promosi kesehatan (preventif-promotif).

Hal itu ditegaskan oleh Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman saat membuka Kegiatan Gerakan Posyandu Bi­dang Kesehatan Wujudkan RT/RW Sehat di Aula Gedung Pelatihan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatra Barat, Selasa (22/9).

“Pembangunan kesehatan merupakan investasi paling mendasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, cerdas, produktif, dan berdaya saing. Posyandu ha­rus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat untuk deteksi dini penyakit, edukasi kesehatan, dan memba­ngun kesadaran hidup sehat,” kata Elzadaswarman.

Wawako menjelaskan, penguatan layanan primer ini berjalan melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dan Integrasi Layanan Primer (ILP). Upaya ini turut ditopang oleh Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang dimulai dari kebiasaan tingkat keluarga.

Baca Juga  Chece Rida Ananda Turun Langsung Serahkah Bantuan

“GERMAS bukan sekadar program pemerintah, tetapi gerakan bersama. Jangan jadikan pertemu­an ini sekadar agenda rutin, melainkan harus melahirkan komitmen dan aksi nyata yang terukur agar setiap keluarga dan kelurahan menjadi sehat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Yanti, memaparkan bahwa tran­sformasi layanan primer adalah satu dari enam pilar transformasi kesehatan nasional. Di Payakumbuh, selain 171 Posyandu siklus hidup, sebanyak 47 Puskesmas Pembantu (Pus­tu) dan Pos Kesehatan Kelurahan juga telah bertransformasi menjadi Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKDK).

“Pada era transformasi ini, Posyandu memberikan layanan komprehensif yang menjangkau ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita, anak pra­se­kolah, usia sekolah, remaja, dewasa, sampai lansia,” jelas dr. Yanti.

Baca Juga  Dua Paslon Bupati dan Wabup masih Kekurangan Dukungan KTP

Menyadari peran krusial kader sebagai penghubung masyarakat dan tenaga kesehatan, Pemko Payakumbuh juga terus berupaya meningkatkan kapasitas serta sarana-prasarana pendukung. Hal tersebut salah satunya diwujudkan melalui Lomba Kader dan Posyan­du Bidang Kesehatan Berprestasi Tingkat Kota Payakumbuh 2026.

Keluar sebagai pe­ringkat pertama pada ajang tersebut adalah Posyandu Tapak Dara (Kelurahan Koto Tuo Limo Kampung) dengan kader Afridawati dari Kecamatan Payakumbuh Selatan. Disusul Posyandu Delima 1 (Kelurahan Koto Baru Payobasung) bersama kader Putri Retno Intan di peringkat kedua, dan Posyandu Manggis 3 (Kelurahan Talang) bersama kader Rahmi Yulianty di peringkat ketiga.

Posyandu Tapak Dara selanjutnya berhak mewakili Kota Payakumbuh ke perlombaan tingkat Provinsi Sumatra Barat. “Harapan kita, Posyandu yang berprestasi ini da­pat menginspirasi Posyandu lainnya untuk berbuat lebih baik dalam pemberdayaan masyarakat, khu­susnya di bidang kesehatan,” pungkas Yanti. (uus)