AGAM, METRO —Nasib tagis dialami salah seorang siswa SMPN 3 Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam. Pasalnya, ia dilaporkan hilang digulung ombak saat mandi-mandi bersama temannya di Pantai Muaro Putuih, Nagari Tiku Limo Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Rabu (15/7) sekitar pukul 11.43 WIB.
Tragedi hilangnya korban bernama Berkat Saputra Lavau (14), sontak membuat heboh warga setempat. Pencarian pun langsung dilakukan oleh warga dengan menyisiri pantai. Namun upaya pencarian tersebut tidak membuahkan hasil.
Hilangnya korban kemudian dilaporkan ke BPBD setempat dan diteruskan ke Basarnas. Tim SAR gabungan langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban menggunakan perahu karet dan penyelaman.
Sayangnya, hingga pukul 18.00 WIB, korban tetap belum ditemukan. Tim SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan sementara pencarian terhadap korban dan akan dilanjutkan lagi keesokan harinya, Kamis (16/7).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) BPBD Kabupaten Agam, Abdul Ghafur mengatakan, peristiwa itu berawal ketika korban bersama teman-teman sekolahnya datang ke pantai untuk mandi dan berenang.
“Saat itu korban sedang mandi bersama teman-temannya. Namun, korban tiba-tiba digulung ombak besar lalu terseret ke tengah dan hilang tenggelam,” kata Abdul Ghafur.
Abdul Ghafur menambahkan, teman-teman korban kemudian meminta pertolongan kepada masyarakat setempat. Warga langsung melakukan pencarian, namun hingga laporan diterima korban belum berhasil ditemukan.
“BPBD Agam bersama tim gabungan langsung berkoordinasi untuk melakukan pencarian terhadap korban. Saat ini proses pencarian masih dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat setempat,” katanya.
Sementara itu, Tim Rescue Unit Siaga SAR Agam diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 13.08 WIB dengan kekuatan lima personel. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap korban masih terus berlangsung.
“Lokasi kejadian berada sekitar 28 kilometer dari Unit Siaga SAR Agam dengan estimasi waktu tempuh sekitar 46 menit. Kita berharap korban segera ditemukan,” tutur dia.
Sementara itu, Ketua PMI Agam Masrizal membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, korban ditelan ombak dan terseret ke tengah laut yang mana pada saat itu kondisi ombak memang besar.
“Menyikapi kondisi itu, kedua rekannya yang selamat, langsung berlari melaporkan kejadian itu pada warga dan pihak sekolah yang langsung melaporkan hal itu pada pihak pemerintah Nagari dan kecamatan,” ujar Masrizal.
Mendapat laporan tersebut, kata Masrizal, Tim Basarnas dan PMI Agam langsung terjun ke lokasi kejadian untuk melakukan proses pencarian terhadap survivor, dengan menggunakan perahu karet menelusuri perairan laut serta menyisir lokasi-lokasi yang dicurigai keberadaan korban.
“Kami masih melakukan pencarian dan menelusuri kawasan pantai Tiku bahkan sudah bergerak ke tengah lautan untuk mencari keberadaan Berkat Saputra yang hanyut ditelan ombak. Semoga survivor bisa segera ditemukan, “ pungkas Masrizal. (pry)






