JAKARTA, METRO— Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menargetkan lahirnya 10 juta wirausaha dan pekerja melalui program Prokesra.
Hal tersebut disampaikan Maman saat menghadiri kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan, serta akad masal Kredit Usaha Rakyat (KUR) Jawa Timur 2026 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya pada Rabu (23/9).
Maman mengatakan, salah satu fokus utama Prokesra tersebut adalah menghidupkan kembali inkubator-inkubator wirausaha di berbagai daerah. Inkubator tersebut diharapkan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM.
“Targetnya adalah kita ingin menghasilkan 10 juta wirausaha dan pekerja melalui program ini,” kata Maman.
Menurutnya, keberadaan inkubator diperlukan agar proses pembinaan UMKM dapat dilakukan secara lebih terstruktur, sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan. Maman menyebut inkubator tidak hanya berasal dari perguruan tinggi, tetapi juga lembaga-lembaga di luar kampus. Ia menilai perguruan tinggi memiliki potensi besar dalam menghasilkan inovasi yang dapat dikembangkan menjadi produk komersial.
“Kami butuh perpanjangan tangan agar pembinaan kepada usaha mikro, kecil, menengah itu lebih terstruktur, tersistematis, dan terintegrasi, serta berkelanjutan,” ujarnya.
Dia mencontohkan sejumlah inovasi yang dihasilkan ITS. Salah satunya adalah implan batok kepala yang saat ini masih menjalani proses uji klinis. Pemerintah, kata Maman, akan membantu mempercepat sejumlah tahapan yang dibutuhkan agar inovasi tersebut dapat dikembangkan dan dimanfaatkan masyarakat.
Bantuan tersebut antara lain berkaitan dengan proses perizinan dan sertifikasi. Selain itu, pemerintah juga berupaya mempertemukan inovasi hasil perguruan tinggi dengan lembaga pembiayaan maupun investor.
“Yang kedua, ada tadi beberapa produk, kurang di pembiayaan. Nah, kami hadir di situ membawa beberapa institusi-institusi perbankan kita dan juga mungkin beberapa partner untuk bisa ikut investasi karya-karya inovasi yang dibuat di kampus,” jelasnya.
Maman berharap penguatan inkubator dan kolaborasi antara pemerintah dengan perguruan tinggi dapat melahirkan lebih banyak UMKM berkualitas. Produk-produk tersebut nantinya diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri sekaligus berkembang ke tahap industrialisasi.
“Makanya kami bersama-sama dengan kampus, kami hidupkan inkubator, dan mudah-mudahan dari kebijakan ini lahir usaha-usaha mikro, kecil, dan menengah yang berkualitas dan yang baik-bagus untuk bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri kita,” ungkapnya. (jpg)






