BERITA UTAMA

Tragis! Balita Tewas Mengapung di Tambak, Ditinggal Ibu Ngecas Hp di Rumah Tetangga

×

Tragis! Balita Tewas Mengapung di Tambak, Ditinggal Ibu Ngecas Hp di Rumah Tetangga

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Tim SAR gabungan dibantu warga mengevakuasi jenazah balita yang ditemukan mengapung di tambak kawasan Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman.

PDG.PARIAMAN, METRO–Sempat dilaporkan hilang setelah ditinggal oleh ibunya yang pergi ke rumah tetangga, seorang anak laki-laki berusia 4 tahun ditemukan tewas mengambang di kawasan Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman, Jumat sore (24/4).

Korban yang diketahui bernama Mustafa, ditemukan di tambak yang berada tidak jauh dari rumahnya. Orang tua dan keluarga yang menyaksikan jasad korban mengapung di dalam tambak, sontak me­nangis histeris lantaran tak menyangka korban me­ning­gal dengan kondisi seperti itu.

Tim SAR gabungan yang memang dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban, selanjutnya mengevakuasi jenazah korban dari tambak lalu membawanya ke Puskesmas dan kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan.

Dantim Kantor SAR Pa­dang, Riko Pradinata membenarkan balita yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya di kawasan Katapiang, sudah berhasil ditemukan. Menurutnya, korban ditemukan mengapung di sebuah tambak yang berlokasi dekat Sungai Kataping, sekitar 200 meter dari lokasi terakhir ia terlihat.

“Tim SAR gabungan yang telah menyisir lokasi se­jak laporan diterima akhir­nya menemukan titik terang pada pukul 15.15 WIB. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal du­nia pada koordinat 0”44233.­343S”­100″1424.­393T. Lokasinya sekitar 200 me­ter dari LKP (Last Known­ Position),” ungkap Riko Pradinata kepada wartawan.

Baca Juga  Tiru Malaysia dan Saudi, Baznas Usulkan Zakat Jadi Pengurang Pajak Final

Setelah dievakuasi dari area tambak, kata Riko, jenazah Mustafa segera dibawa ke Puskesmas Ulakan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya kor­ban, Operasi SAR secara resmi diusulkan untuk ditutup pada pukul 16.20 WIB.

“Peristiwa ini bermula pada Kamis (23/4) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, ibu korban hendak mengisi daya (charge) ponsel di rumah tetangga yang berjarak sekitar 70 meter dari kediamannya. Mustafa kemudian ditinggalkan sejenak di bawah pengawasan kakaknya yang ma­sih berusia 8 tahun,” jelasnya.

Namun, kata Riko, hanya dalam hitungan menit, sang ibu mendapati anak bungsunya itu sudah tidak ada di tempat. Ibu korban sempat menanyakan keberadaan Mustafa kepada kakaknya. Sang kakak hanya menjawab bahwa adiknya pergi ke arah ladang sawit dan sungai.

“Pencarian sempat dilakukan secara mandiri oleh warga sampai pada Jumat dinihari. Karena ti­dak ditemukan, warga melaporkannya kepada kami, sehingga tim dikerahkan ke lokasi untuk me­lak­sanakan operasi perto­longan dan pencarian,” jelas dia.

Baca Juga  Penegak Perda Digerebek ”Begituan”

Terpisah, Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada Jumat (24/4) sekitar pukul 08.10 WIB, dari warga atas nama Chandra melalui layanan BCC, terkait adanya seorang anak yang diduga tenggelam di Sungai Katapiang.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Padang langsung memberangkatkan tim rescue menuju lokasi kejadian pada pukul 08.27 WIB. Sebanyak 13 personel diterjunkan dengan membawa peralatan lengkap, termasuk kendaraan rescue, pe­rahu karet (LCR) beserta mesin tempel, perlengkapan SAR air, medis, komunikasi, serta peralatan pendukung lainnya,” kata Abdul Malik.

Dikatakan Abdul Malik, jarak lokasi kejadian dari Kantor SAR Padang sekitar 14 kilometer dengan estimasi waktu tempuh 30 me­nit. Saat ini tim sudah ber­ge­rak untuk melakukan pen­carian,” tambah Abdul Ma­lik.

“Kondisi cuaca di lokasi kejadian terpantau berawan dengan kecepatan angin sekitar 5 knot. Selama proses pencarian tidak ada kendala. Operasi SAR sudah resmi ditutup setelah korban ditemukan,” tutup dia. (*)