PESEL, METRO—Nasib tragis dialami pasangan suami istri yang sedang terlelap tidur di dalam pondok kayu di kawasan perladangan Kampung Koto Rawang, Nagari Lakitan Timur, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (6/8) sekitar pukul 04.00 WIB.
Pasalnya, pondok yang mereka tempati tiba-tiba saja terbakar dan api dengan cepat membesar. Akibat kejadian itu, Abdul Muis (71) terjebak dalam pondok yang terbakar hingga tewas terpanggang hidup-hidup. Sedangkan istrinya El (59) berhasil keluar dari pondok dengan kondisi kaki hingga punggung terbakar.
Meski mengalami luka bakar yang sangat parah, EL tidak pasrah begitu saja. Ia berjuang untuk mencari pertolongan dari warga dengan merangkak sejauh 600 Meter sambil menahankan sakitnya luka bakar yang dialaminya, menuju permukiman.
Melihat kondisi korban seperti itu, warga langsung membawa korban ke Puskesmas terdekat lalu dirujuk ke RSUD M Zein Painan untuk mendapatkan perawatan intensif. Sedangkan suami korban, tidak bisa diselamatkan lantaran saat warga datang, kondisi pondok sudah rata dengan tanah.
Pascakebakaran maut, Polisi dan Babinsa datang untuk mengamankan lokasi kejadian. Tim Inafis Polres Pessel pun selanjutnya melakukan olah TKP untuk mengungkap penyebab kebakaran lalu mengevakuasi jenazah korban Abdul Muis ke rumah anaknya untuk disemayamkan.
Kapolsek Lengayang Iptu Syafri Afrizal membenarkan adanya kebakaran yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka bakar hingga 70 persen pada bagian kaki dan punggung. Saat ini, kondisi korban yang luka bakar masih dirawat.
“Saat kebakaran terjadi, pasangan suami istri ini tengah terlelap tidur di dalam pondok kayu berukuran 4×4 meter yang telah menjadi tempat tinggal mereka selama delapan tahun terakhir. Mereka tinggal di sana untuk menjaga ladang sawit sambil berternak,” kata Iptu Syafri kepada wartawan.
Dijelaskan Iptu Syafri, diketahuinya pondok tersebut terbakar bermula ketika sang istri mendadak terbangun dalam kondisi api sudah membesar dan mulai membakar bagian kakinya. Kondisi diperparah oleh keberadaan bahan bakar minyak jenis bensin untuk mesin pemotong rumput yang diletakkan tepat di samping area dapur.
“Api menyambar bensin tersebut untuk mesin potong rumput, sehingga cepat membar dan melahap habis seluruh bangunan pondok yang terbuat dari kayu. Dalam kondisi tubuh menahan rasa sakit akibat luka bakar yang menjalar dari kaki hingga punggung, El berjuang meminta pertolongan,” ujar Iptu Syafri.
Iptu Syafri menambahkan, karena sulitnya akses jalan yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, membuat petugas pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik api. Ketika warga sekitar tiba di lokasi untuk memberikan bantuan, pondok kayu tersebut telah rata dengan tanah dan menyisakan puing-puing bangunan yang hangus.
“Petugas yang melakukan evakuasi menemukan Abdul Muis sudah dalam kondisi tidak bernyawa di lokasi kejadian karena diduga tidak sempat menyelamatkan dari kepungan api yang membesar. Usai dievakuasi, jenazah Abdul Muis dibawa ke rumah anaknya sembari menunggu kedatangan pihak keluarga dari Pekanbaru sebelum proses pemakaman dilakukan,” tutur Iptu Syafri.
Sementara itu, kata IptuSyafri, sang istri dirujuk ke RSUD M Zein Painan untuk mendapatkan perawatan intensif akibat luka bakar berat yang dialaminya. Dari keterangan tim medis, korban mengalami luka bakar yang cukup parah dengan persetase 70 persen.
“Kasus kebakaran maut ini masih dalam proses penyelidikan. Tim sudah memasang police line di lokasi dan melakukan olah TKP. Untuk penyebab pasti kebaran belum bisa kita simpulkan karena masih diselidiki,” tutupnya. (*)






