BERITA UTAMA

Tenggelam usai Terjatuh ke Sungai, Pemancing Ditemukan Meninggal Dunia di Batang Mangur

×

Tenggelam usai Terjatuh ke Sungai, Pemancing Ditemukan Meninggal Dunia di Batang Mangur

Sebarkan artikel ini
TEWAS— Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah pemancing yang tewas tenggelam di Sungai Batang Mangur, Kabupaten Padangpariaman.

PDG.PARIAMAN, METROPemancing yang dilaporkan hilang tenggelam terseret arus di Sungai Batang Mangur, Jorong Kampung Gadang Koto Gadih, Nagari Sunia, Kecamatan Nan Sabari, Kabupaten Padangpariaman, berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan, Selas (28/7) sekitar pukul 09.58 WIB.

Sayangnya, korban bernama Jamalis Putra (61), warga Talogondan, Kabupaten Padangpariaman, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Korban berhasil ditemukan sekitar 15 meter dari titik awal ia terjatuh ke sungai hingga tenggelam saat memancing.

Pascaditemukan, Tim SAR gabungan langsung mengevakuasi jenazah kor­ban menuju rumah du­ka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Setelah itu, Operasi Pertolongan dan Pencarian terhadap korban remi dihentikan.

Kasi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Hendri, mengatakan informasi me­nge­nai kejadian tersebut pertama kali diterima dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang­pariaman, Yogi, pada pu­kul 08.02 WIB.

“Kami menerima laporan dari BPBD Padangpariaman bahwa ada satu orang diduga hanyut di Sungai Batang Mangur saat sedang memancing. Begitu informasi diterima, tim langsung kami siapkan untuk berangkat ke lokasi,” ujar Hendri.

Hendri menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (27/7) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Jamalis Putra sedang memancing di Sungai Batang Mangur. Korban diduga terpeleset ke aliran sungai sebelum akhirnya terseret arus.

Baca Juga  Jarah Barang-barang di Balaikota Lama, Mantan Anggota Satpol PP Payakumbuh Ditangkap

“Hingga malam hari, keberadaan korban belum diketahui sehingga kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang pada keesokan harinya. Lokasi terakhir korban atau Last Known Position (LKP) berada pada koordinat 0°38’45.473 LS – 100°10’10.063 BT,” jelas Hendri.

Menindaklanjuti laporan tersebut, kata Hendri, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang memberangkatkan delapan personel rescuer me­nuju lokasi pada pukul 08.20 WIB. Tim tiba di lokasi pada pukul 09.05 WIB. Setibanya di tempat kejadian, personel SAR langsung berkoordinasi dengan seluruh unsur yang telah berada di lapangan sebelum memulai penyisiran di sepanjang aliran sungai.

“Operasi pencarian ber­langsung dalam kondisi cuaca yang mendukung. Selama proses penyisiran, cuaca dilaporkan cerah dengan kecepatan angin sekitar 4 knot, sehingga tidak ditemukan kendala berarti dalam pelaksanaan operasi. Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada pukul 09.58 WIB. Tim gabungan menemukan Jamalis Putra dalam keadaan meninggal dunia sekitar 15 meter dari titik awal korban diduga terjatuh ke sungai,” ungkap Hendri.

Baca Juga  Survei Polstat: Pemilih Jokowi di 2019 akan Mendukung Prabowo

Usai seluruh proses pencarian dan evakuasi selesai dilaksanakan, kata Hendri, tim gabungan me­ng­gelar debriefing pada pukul 11.30 WIB. Melalui evaluasi tersebut diputuskan bahwa operasi pencarian resmi ditutup dan seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah bahu-membahu dalam operasi ini, mulai dari BPBD, kepolisian, hingga masyarakat nagari setempat. Berkat kerja sama yang solid, korban dapat ditemukan da­lam waktu relatif cepat,” tutur Hendri.

Dalam operasi pencarian tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang mengerahkan berbagai sarana pendukung, antara lain satu unit rescue truck, satu unit Lan­ding Craft Rubber (LCR) beserta mesin tempel, peralatan SAR air, perlengkapan medis SAR, serta perangkat komunikasi.

Selain delapan personel dari Kantor SAR Padang, operasi juga melibatkan 13 personel BPBD Kota Pariaman, 15 personel BPBD Kabupaten Padang Pariaman, 10 personel Polsek Pauh Kamba, empat personel Polairud Kota Pariaman, serta 25 warga nagari setempat yang turut membantu penyisiran. (*)