PAYAKUMBUH, METRO–Putusnya saluran irigasi utama tali bandar akibat longsor yang terjadi pada Rabu (21/5) lalu memicu kekhawatiran petani. Ratusan hektare sawah di tiga kelurahan Tiakar, Payobasuang, dan Koto Panjang kini terancam gagal tanam karena tidak mendapat pasokan air. Tali bandar yang mengalirkan air dari Batang Agam merupakan nadi pertanian bagi masyarakat setempat. Rusaknya saluran ini menghentikan distribusi air secara total. Kondisi ini semakin memprihatinkan mengingat dua tahun lalu warga telah melakukan perbaikan secara swadaya dengan dukungan para perantau.
“Tragedi ini bukan sekadar kerusakan fisik, tapi ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup petani,” aku Ilhamsyah, Wakil Presiden Partai Buruh. Ia mendesak agar Pemerintah Kota Payakumbuh dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan perhatian serius. “Jangan biarkan petani kita berjuang sendiri,” tegasnya.
Respon cepat datang dari Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Hurisna Jamhur, yang langsung menghubungi Kepala Dinas PUPR Kota Payakumbuh, Muslim. “Pak Kadis sudah menyanggupi untuk turun tangan dan bahkan telah meneruskan laporan ini ke tingkat Provinsi,” ungkap Hurisna dalam pesan WhatsApp.
Namun, sebagian warga masih menyimpan rasa kecewa. Palimo Sitampai, tokoh masyarakat dan mantan “Tuo Banda” Nagari Tiakar-Payobasuang, menyebut persoalan ini pernah disampaikan sejak lama kepada pihak kecamatan, dinas terkait, hingga penjabat Walikota Payakumbuh saat itu.
“Tapi perhatian yang kami tunggu-tunggu tak kunjung datang. Sekarang inilah akibatnya,” keluhnya.
Melihat lambatnya penanganan, para perantau dari Payobasuang yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Payobasuang Jakarta Raya (IKP Jaya) berinisiatif menggalang dana darurat untuk membangun saluran sementara. “Kami tidak ingin sawah-sawah itu terbengkalai. Ini bentuk kepedulian kami kepada kampung halaman,” ujar Ketua IKP Jaya, Afiyati Reno.
Tragedi ini menyoroti pentingnya infrastruktur pertanian yang andal dan berkelanjutan, serta perlunya sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan perantau dalam menghadapi situasi darurat. Perbaikan permanen diharapkan segera dilakukan demi menjamin keberlangsungan musim tanam tahun ini. (uus/rel






