PAYAKUMBUH, METRO–Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila disiapkan menjadi penggerak nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat Kota Payakumbuh, sekaligus menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Ballroom Hotel Mangkuto, Payakumbuh, Kamis (6/8). Kegiatan tersebut terselenggara atas kolaborasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman mengatakan keberadaan relawan menjadi bagian penting dalam memastikan nilai-nilai Pancasila tidak berhenti sebagai pemahaman, tetapi hadir dalam kehidupan sehari-hari dan penyelenggaraan pemerintahan. “Pancasila bukan sekadar falsafah atau dokumen historis, melainkan ideologi hidup yang menjadi panduan dalam berbangsa dan bernegara,” kata Elzadaswarman.
Menurut dia, nilai-nilai Pancasila juga harus tercermin dalam kebijakan dan pelayanan pemerintah daerah, mulai dari pembangunan ekonomi, pelayanan sosial hingga pemeliharaan ketertiban umum. “Di ranah pemerintahan daerah, Pancasila harus mewujud dalam setiap kebijakan publik, mulai dari pembangunan ekonomi, pelayanan sosial, hingga pemeliharaan ketertiban umum,” ujarnya.
Elzadaswarman mengatakan Payakumbuh memiliki modal budaya yang kuat untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat. Hal itu antara lain tercermin dalam falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Minangkabau.
Menurutnya, semangat gotong royong, musyawarah, persatuan, serta sikap saling menghormati merupakan nilai yang sejalan dengan prinsip-prinsip Pancasila dan perlu terus dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Karena itu, pembinaan ideologi bangsa, kata dia, tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat diperlukan agar nilai-nilai kebangsaan dapat diterima dan dipraktikkan dalam berbagai lingkungan kehidupan. “Kepada para relawan yang dilatih dan dikuatkan hari ini, manfaatkanlah momen ini dengan sebaik-baiknya. Jadilah jembatan yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila,” ujarnya.
Elzadaswarman berharap para relawan tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila secara konseptual, tetapi mampu menyampaikannya melalui kegiatan dan keteladanan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.
Sementara itu, Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz mengatakan pemahaman terhadap Pancasila perlu terus ditanamkan di tengah perubahan sosial, budaya, dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.
Menurut Arisal, perkembangan tersebut membawa peluang sekaligus tantangan terhadap karakter kebangsaan sehingga perlu diimbangi dengan pendidikan ideologi yang memadai.
Ia mengatakan masyarakat Minangkabau memiliki warisan nilai yang sejalan dengan semangat Pancasila melalui falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Nilai tersebut, menurut dia, perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. “Kita menyadari bahwa di tengah dinamika zaman, tantangan sosial, budaya, dan perkembangan teknologi yang semakin kompleks, nilai-nilai luhur Pancasila sering kali mulai tergerus di tengah masyarakat. Karena itu, penanaman nilai-nilai Pancasila menjadi keharusan,” kata Arisal.
Arisal mengapresiasi para Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila yang dinilai memiliki posisi strategis dalam menyampaikan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat. Ia berharap para relawan dapat menjadi penggerak persatuan sekaligus mengambil bagian dalam membangun karakter generasi muda di lingkungan masing-masing. (uus)






