AGAM/BUKITTINGGI

Peternakan Kambing Durian Sabatang Tumbuh Pesat, Bupati Agam: Jangan Hanya Jual Ternak

×

Peternakan Kambing Durian Sabatang Tumbuh Pesat, Bupati Agam: Jangan Hanya Jual Ternak

Sebarkan artikel ini
TINJAU PETERNAKAN— Bupati Agam, Benni Warlis meninjau peternakan kambing Kelompok Tani Durian Sabatang, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Selasa (15/9).

AGAM, METRO– Usaha peternakan kambing yang dikembangkan Kelompok Tani Durian Sabatang, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, menunjukkan perkembangan meng­gem­birakan.

Dalam kurun waktu tiga tahun setelah dibantu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, populasi kambing kelompok tersebut meningkat dari 50 ekor menjadi 300 ekor.

Perkembangan itu diapresiasi Bupati Agam, Benni Warlis saat meninjau langsung ternak kambing yang dikembangkan kelompok tani tersebut, dalam peringatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190, Selasa (15/9).

Bupati mengatakan, peningkatan populasi ternak tersebut membuktikan bahwa usaha peternakan memiliki prospek yang baik apabila dikelola secara sungguh- sungguh, disertai niat dan tekad untuk ber­kem­bang serta dilakukan secara berkelompok.

“Dari sekitar 50 ekor di 2023, sekarang sudah ber­kem­bang menjadi 300 ekor. Ini membuktikan usaha peternakan bisa ber­kem­bang kalau dikelola dengan sungguh-sungguh, punya niat dan tekad untuk maju,” ujarnya.

Baca Juga  Tingkatkan Mutu Kaderisasi, PKK Agam Gelar Senam Sehat

Namun, menurut bupati pengembangan peternakan tidak cukup hanya berhenti pada penjualan ternak hidup.

Peternak didorong me­ngem­bangkan produk olahan sehingga menghasilkan nilai tambah dan pen­da­patan yang lebih besar. “Jangan kita hanya menjual kambing. Hilirisasinya harus kita kembangkan sehing­ga mendatangkan pen­da­patan yang lebih banyak,” katanya.

Ia mencontohkan, daging kambing dapat dikem­bangkan menjadi berbagai produk kuliner, sementara susu kambing juga berpotensi diolah menjadi pro­duk bernilai ekonomi.

Pengembangan tersebut, menurutnya dapat dipadukan dengan potensi wisata yang ada di daerah.

Dengan demikian, sektor peternakan tidak hanya menjadi kegiatan budidaya, tetapi juga dapat berkembang menjadi bagian dari rantai ekonomi dan pariwisata daerah.

Bupati juga berharap geliat usaha peternakan mampu menarik minat ge­nerasi muda untuk terjun ke sektor pertanian dan peternakan.

Baca Juga  Tak Pakai Masker, Timgab Perda AKB Tegur Pengunjung Pasar

Selain menjadi peluang usaha, sektor tersebut dinilai dapat berkontribusi dalam mengurangi pengangguran sekaligus mengentaskan kemiskinan. “Ke­tika anak-anak muda tertarik ke pertanian atau peternakan, tentu kita berharap dapat mengurangi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Benni juga mengajak ma­syarakat mendukung upaya pemerintah dalam me­wujudkan swasembada pangan.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya menyangkut beras dan jagung, tetapi juga mencakup ketersediaan daging serta berbagai sumber protein lainnya.

Ia mendorong ma­sya­rakat khususnya setiap rumah tangga, untuk me­ngembangkan usaha ternak sederhana sesuai kemampuan masing-masing, seperti memelihara ayam dan itik.

“Kalau setiap rumah tangga punya ayam, tentu akan membantu kebutuhan pangan keluarga. Tinggal kembali kepada niat dan kesungguhan kita,” ungkapnya. (pry)