BUKITTINGGI, METRO— Pemerintah Kota Bukittinggi mulai melakukan pembenahan kawasan pusat kota, khususnya di sekitar ikon wisata Jam Gadang. Penataan tersebut dilakukan untuk menciptakan ruang publik yang lebih tertata, nyaman dan mendukung aktivitas masyarakat maupun wisatawan.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemko Bukittinggi mulai mengganti permukaan jalan yang sebelumnya menggunakan aspal dengan concrete block pavement atau konblok.
Langkah itu menjadi bagian dari penataan kawasan strategis kota sekaligus upaya memperkuat karakter Bukittinggi sebagai kota wisata dan heritage. Selain memperbaiki tampilan kawasan, konsep yang diterapkan juga diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki.
Kepala Dinas PUPR Kota Bukittinggi, Rahmat AE, Kamis (17/9), mengatakan kawasan Jam Gadang menjadi salah satu prioritas karena merupakan pusat aktivitas masyarakat sekaligus destinasi wisata utama.
“Jadi kita sekarang benah itu di kawasan Jam Gadang diutamakan, dimana dimulailah untuk penggantian jalan aspal itu menjadi konblok dari Jalan Minangkabau sampai ke ujung Simpang Raya depan Jam Gadang,” kata Rahmat.
Penggunaan konblok tidak hanya berkaitan dengan aspek estetika. Material tersebut juga dipilih sebagai bagian dari konsep penataan ruang yang lebih mendukung kawasan wisata dan lingkungan perkotaan.
Rahmat mengatakan pembenahan kawasan dilakukan dengan pendekatan ruang terbuka yang tetap mempertahankan karakter visual pusat kota. Penataan tersebut diharapkan membuat masyarakat dan wisatawan lebih nyaman ketika beraktivitas di sekitar Jam Gadang.
“Jadi kita akan menciptakan ruang wisata yang ramah lingkungan. Karena aspal itu kan ada efek panas, kalau konblok dia menyerap panas,” ujarnya.
Selain mengganti material jalan, Pemko Bukittinggi juga mengembalikan sejumlah fungsi ruang untuk aktivitas pejalan kaki. Jalan Minangkabau akan dilengkapi fasilitas pedestrian, kursi dan elemen taman sebagai bagian dari wajah baru kawasan tersebut.
“Nanti di Jalan Minangkabau kita akan pasangkan juga kursi, ada pedestrian, dan juga ada elemen taman, dan di situ tidak ada lagi parkir,” kata Rahmat.
Dengan konsep tersebut, kawasan di sekitar Jam Gadang nantinya tidak hanya berfungsi sebagai jalur lalu lintas, tetapi juga menjadi ruang publik yang dapat digunakan untuk berjalan kaki, duduk bersantai dan menikmati suasana pusat kota.
Penataan juga tidak berhenti di kawasan Jam Gadang. Pemko Bukittinggi menyiapkan pembenahan pada sejumlah koridor strategis lainnya sebagai bagian dari konsep penataan kota secara terpadu.
Sejumlah ruas yang masuk dalam rencana tersebut antara lain Jalan Sudirman, Jalan Perwira hingga kawasan Belakang Balok. Penataan diarahkan pada peningkatan kualitas pedestrian, estetika kawasan, penghijauan serta penyediaan fasilitas ruang publik.
Di Jalan Perwira, pedestrian pada sisi kanan direncanakan diperlebar dengan material batu alam andesit. Kawasan tersebut juga akan dilengkapi gerbang kawasan, lampu taman artistik serta bangku untuk mendukung kenyamanan pengguna ruang publik.
Sementara itu, pedestrian di kawasan Belakang Balok direncanakan memiliki lebar sekitar lima meter. Fasilitas tersebut akan dilengkapi penutup saluran drainase berupa plat beton bertulang, material batu alam andesit, bangku dan lampu taman.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, sebelumnya menjelaskan bahwa keseluruhan penataan tersebut merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur perkotaan terpadu melalui Integrated City Planning (ICP).
“Bukittinggi menjadi salah satu dari 10 kota prioritas atau pilot project nasional dalam program tersebut yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan menjadi bagian dari National Urban Development Project (NUDP),” kata Wako.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur perkotaan tidak sebatas memperbaiki jalan maupun pedestrian. Penataan juga diarahkan agar ruang kota mampu memberikan kenyamanan sekaligus memperkuat identitas Bukittinggi sebagai kota wisata dan heritage.
Pembenahan pusat kota diharapkan memberikan manfaat bagi berbagai aktivitas masyarakat. Lingkungan yang semakin tertata juga diharapkan mendukung kegiatan pelaku usaha serta memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi wisatawan.
Ruang publik yang ramah pejalan kaki sekaligus dapat membuka lebih banyak ruang interaksi masyarakat. Wisatawan pun diharapkan dapat menikmati kawasan pusat kota dengan suasana yang lebih nyaman dan tertib.
Untuk penataan kawasan Jam Gadang, pekerjaan ditargetkan berlangsung selama empat bulan. Proyek tersebut diharapkan dapat rampung pada pertengahan Desember 2026.
“Melalui program penataan wajah kota tersebut, Pemko Bukittinggi terus menghadirkan pembenahan secara bertahap untuk menjadikan pusat kota semakin nyaman, estetis, tertib dan memiliki daya tarik wisata yang kuat,” kata Ramlan. (pry)






