PAYAKUMBUH/50 KOTA

Perjuangan Pelajar SMPN 4 Kecamatan Kapur, Ujian di Tengah Ladang dan di Bawah Tenda Darurat

×

Perjuangan Pelajar SMPN 4 Kecamatan Kapur, Ujian di Tengah Ladang dan di Bawah Tenda Darurat

Sebarkan artikel ini
TAK ADA SINYAL— Siswa SMPN 4 Kapur IX, melaksanakan ujian di tengah kebun di atas bukit. Para siswa harus mencari sinyal internet dan rela berjalan kaki sejauh 6 kilometer naik perbukitan Batu Sampik, di tengah perkebunan Gambir, demi bisa ujian nasional dengan menggunakan laptop.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Perjuangan Siswa SMP Negeri 4 Kecamatan Ka­pur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, mencari sinyal internet rela berjalan kaki sejauh 6 kilometer naik perbukitan Batu Sampik, di tengah perkebunan Gambir, demi bisa ujian nasio­nal dengan menggunakan laptop. Karena dilokasi sekolah mereka tidak ter­sedia jaringan internet yang memadai untuk bisa UN.

Sementara dilokasi Bu­­kik Batu Sampik, di te­ngah ladang Gambir ma­sya­rakat, sinyal Handphone lumayan stabil. Sehingga dengan menggu­nakan hot­spot dari HP disambungkan ke-laptop sis­wa bisa ikut ujian.

Pelaksanaan ujian berlangsung di bawah tenda darurat dengan kondisi seadanya. Para siswa bersama guru pengawas te­tap bertahan meski harus meng­hadapi terik matahari demi menyelesaikan ujian berbasis komputer tersebut.

Baca Juga  Tak Ada Persulit Izin Rumah Ibadah, Penuhi Syarat, Pemkab Keluarkan Izin

Guru pendamping, Sa­uki Alfajri, menjelaskan bahwa kendala utama da­lam pelaksanaan ujian a­da­lah akses jaringan. Bahkan, peserta dan pengawas harus menunggu berjam-jam untuk dapat mengakses sistem ujian berbasis online. “Dari 14 peserta, seluruhnya berhasil login, mengerjakan soal, dan me­ngunggah hasil u­jian ke server pusat,” ujarnya.

Keterbatasan fasilitas juga menjadi tantangan tersendiri. Sebanyak 14 unit laptop yang digu­nakan merupakan hasil pinjaman dari berbagai pihak demi mendukung pelaksanaan ujian. Salah satu siswa mengungkapkan bahwa kondisi sinyal di sekolah memang sangat sulit. “Di sekolah kami memang susah sinyal internetnya,” katanya.

Baca Juga  Erwin Yunaz Anjangsana ke Rumah Dua Janda Pejuang

Pihak sekolah dan ma­syarakat setempat berharap pemerintah melalui instansi terkait, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kementerian Komunikasi, dapat segera menghadirkan infrastruktur jaringan di wilayah tersebut.

Wali Nagari Galugua, Wendriadi, menyebutkan bahwa proposal pemba­ngunan tower BTS telah diajukan ke Pemerintah Ka­bupaten Limapuluh Kota. “Harapan kita usulan ter­sebut dapat segera direa­lisasikan agar ke depan siswa tidak lagi harus men­daki bukit mencari sinyal hanya untuk mengikuti u­jian,” pintanya.

Peristiwa ini menjadi gambaran nyata ketimpangan akses digital di daerah, sekaligus menunjukkan semangat juang siswa dan tenaga pendidik dalam menjalankan proses pendidikan di tengah keterbatasan. (uus)