METRO SUMBAR

Pemko dan Polres, Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan untuk Ekonomi Masyarakat

×

Pemko dan Polres, Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan untuk Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
BUKA—Kegiatan FGD usai dibuka Direktur Pembinaan Masyarakat (Dir Binmas) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Yudi Rumantoro.

PDG. PANJANG, METRO— Penguatan ketahanan pangan dinilai tidak hanya penting untuk memastikan ketersediaan pangan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat. Ka­rena itu, Pemerintah Kota bersama Polres Padang Panjang mendorong kola­bo­rasi dengan berbagai elemen masyarakat dalam mengembangkan potensi pangan daerah.

Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Peran Pemerintah Bersama Masyarakat dalam Me­ning­katkan Ketahanan Pa­ngan Guna Pemulihan Eko­nomi Masyarakat di Wi­layah Hukum Polres Pa­dang Panjang” yang digelar di Aula Bhayangkara Ta­thya Dharaka Polres, Rabu (16/9).

Kegiatan yang dibuka Direktur Pembinaan Ma­sya­rakat (Dir Binmas) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Yudi Rumantoro tersebut, menjadi forum untuk membahas potensi, tantangan, serta langkah strategis dalam memper­kuat ketahanan pangan se­kaligus mendorong pemulihan ekonomi masyarakat.

Kombes Yudi berharap FGD tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi dapat menghasilkan program yang konkret dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga FGD ini bisa melahirkan program dan gagasan yang bermanfaat, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar­nya.

Baca Juga  Polres Pessel Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Fokus Layani Masyarakat dan Jaga Ketahanan Pangan

Wakil Wali Kota Allex Saputra mengatakan, penguatan ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat ke­ama­nan, kelompok tani, pe­­laku UMKM hingga ma­syarakat.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak sebatas memastikan tersedianya bahan pangan, tetapi juga bagaimana potensi lokal dapat diolah dan dikem­bangkan menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan nilai tambah serta me­ning­katkan pendapatan ma­syarakat.

“Ketahanan pangan harus kita bangun secara bersama-sama. Pemerintah tidak bisa bekerja sen­diri. Dibutuhkan kolaborasi dengan masyarakat, kelompok tani, pelaku UMKM, serta seluruh unsur terkait agar potensi yang ada dapat dikembangkan dan mem­­berikan manfaat eko­nomi,” ungkapnya.

Wawako Allex berha­rap gagasan yang muncul da­lam FGD dapat ditindaklanjuti melalui program yang nyata dan sesuai dengan kebutuhan masya­ra­kat di lapangan. Dengan demikian, penguatan ketahanan pangan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan serta perekonomian daerah.

Sementara itu, Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi menyebutkan, ketahanan pangan merupakan salah satu aspek strategis karena berkaitan dengan keberlangsungan kehidupan masyarakat se­ka­ligus stabilitas ekonomi.

Baca Juga  Arkadius Berikan Pendidikan Politik bagi Tokoh Masyarakat

Polres Padang Panjang, katanya, mendukung berbagai program Pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, termasuk melalui peran Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan ma­sya­rakat di tingkat kelurahan dan nagari. “Ketahanan pangan merupakan sa­lah satu aspek strategis. Polri tentunya mendukung program ketahanan pangan pemerintah dan mendorong keterlibatan seluruh elemen ma­sya­ra­kat dalam mewujudkannya,” katanya.

FGD tersebut diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari Bhabinkamtibmas, pelaku UMKM, kelompok tani, lurah, dan wali nagari. Keterlibatan berbagai unsur ini diharapkan memperluas pertukaran gaga­san sekaligus memperkuat koordinasi dalam menyusun langkah yang dapat diterapkan di lapangan.

Turut hadir Forkopimda, kepala OPD terkait, lurah se-Kota Padang Panjang, wali nagari di wilayah hukum Polres Padang Panjang, ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), narasumber, serta undangan terkait lainnya. (rmd)