PAYAKUMBUH/50 KOTA

Pedagang Korban Kebakaran Desak Pemko, Percepat Pembangunan Pasar Blok Barat

×

Pedagang Korban Kebakaran Desak Pemko, Percepat Pembangunan Pasar Blok Barat

Sebarkan artikel ini
DIALOG DENGAN PEDAGANG— Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta saat dialog dengan para pedagang. Pihaknya menargetkan pembongkaran sisa bangunan Pasar Blok Barat dapat segera selesai.

PAYAKUMBUH, METROPedagang korban kebakaran Pasar Payakumbuh Blok Barat mendesak Pemerintah Kota Payakumbuh untuk mempercepat pembangunan kem­bali area pasar. Pedagang korban kebakaran tidak ingin semakin lama kehilangan tempat usaha dan sumber pendapatan utama. Yohanes, salah seo­rang pedagang terdampak yang sebelumnya menempati kios di lantai satu, mengatakan kondisi pedagang saat ini semakin sulit karena harus mencari tempat berjualan sementara setelah musibah kebakaran tersebut.

“Kami berharap pembangunan pasar ini segera dipercepat. Kalau terlalu lama, kondisi ekonomi pedagang akan semakin sulit,” kata Yohanes saat jajaran Pemko Payakumbuh bersama Polres Pa­yakumbuh dan Kodim 0306/50 Kota memasang pagar pembatas di sekitar kawasan pasar, Jumat (11/9).

Selama menunggu kepastian pembangunan pa­sar baru, keluarga Yohanes terpaksa bertahan dengan berjualan sebagai pedagang kaki lima (PKL) di luar kawasan pasar. Kondisi serupa juga dialami oleh ratusan pedagang lain yang kehilangan tempat usaha akibat kebakaran.

Menurut dia, kepastian pembangunan menjadi kebutuhan mendesak ka­rena para pedagang tidak hanya kehilangan kios, tetapi juga sumber penghasilan yang selama ini menopang kehidupan keluarga. “Yang kami butuhkan sekarang kepastian agar bisa kembali berjualan seperti sebelumnya,” ujarnya.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyatakan pemerintah memahami kondisi sulit yang dialami para pedagang. Pihaknya menargetkan pem­­bongkaran sisa bangunan Pasar Blok Barat dapat segera selesai se­hingga tahap pembangu­nan pasar baru bisa langsung dilanjutkan.

“Kita ingin pasar ini cepat terbangun dan pe­dagang bisa berjualan kembali,” kata Zulmaeta di lokasi peninjauan, Jumat.

Baca Juga  Makan Siang Bersama Wartawan, Erwin Yunaz: Tiada Arti Kepala Daerah tanpa Kerja Sama dan Silaturahmi

Proses pembongkaran fisik dijadwalkan mulai Sabtu (12/9) dan ditargetkan rampung paling lama dalam satu bulan. Pemerintah daerah juga telah meminta pihak rekanan untuk mempercepat pekerjaan agar tahapan pem­bangunan berikutnya tidak tertunda.

Zulmaeta menegaskan, pemerintah menempatkan 502 pedagang korban kebakaran sebagai prioritas utama dalam penataan kembali pasar tersebut. Mereka dipastikan mendapat tempat usaha untuk kembali berdagang setelah seluruh pembangunan selesai. “Yang kita utamakan pedagang korban kebakaran bisa kembali berjualan dan mendapatkan kembali to­ko untuk berdagang. Korban yang 502 ini prioritas utama kita,” tegasnya.

Untuk menjaga keselamatan masyarakat selama proses pembongkaran, petugas memasang pagar pembatas dan jaring pengaman di sekitar area kerja. Langkah tersebut diambil guna mencegah material bangunan maupun debu pembong­karan mengganggu pengendara dan warga yang beraktivitas di sekitar pa­sar. “Untuk pengamanan kita jamin, akan kita kawal proses pembongkaran pasar ini. Kalau ada kendala, segera laporkan. Kita tidak ingin ada hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Zulmaeta.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan skema pengaturan bagi PKL yang masih berjualan di sekitar kawasan Blok Barat agar aktivitas ekonomi ma­syarakat tetap berjalan tanpa mengganggu proses pembongkaran. Salah satu wacana yang tengah dibahas adalah pemanfaatan sebagian tepi jalan dengan pengaturan tertentu setelah mendapat kepastian dan disosia­lisasikan kepada para pe­dagang. “Untuk PKL yang berjualan di sekitar Blok Barat jangan khawatir. Kita akan atur ulang tempat, walau bersempit-sempit dan tidak mengganggu aktivitas pembongkaran. Kita juga tidak ingin eko­nomi masyarakat ter­gang­­gu akibat proses ini,” jelasnya. Terkait desain, pemerintah telah merancang gedung pasar baru berdasarkan kajian Kementerian Perdagangan dengan bangunan dua lantai. Untuk mengoptimalkan ruang, desain ter­sebut akan dilengkapi dengan fasilitas basement yang difungsikan sebagai area parkir kendaraan.

Baca Juga  Penyesuaian Iuran JKN-KIS, Pemerintah masih Menanggung Iuran Terbesar

Pemko Payakumbuh ju­ga terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan jajaran direktorat terkait agar dukungan anggaran pembangunan dapat direalisasikan secepatnya pada tahun ini. “Kita berharap semuanya mendukung percepatan pem­bangu­nan Pasar Blok Barat ini karena yang dilakukan pemerintah semuanya demi masyarakat,” ucap Zulmaeta.

Menanggapi muncul­nya spanduk penolakan pembongkaran di area pasar, Zulmaeta menegaskan pemerintah tetap membuka ruang bagi pihak yang memiliki dasar legalitas untuk menyampaikan keberatan.

Menurutnya, pemerintah akan mengakomodasi keberatan yang disertai bukti kuat, bukan sekadar klaim penolakan. Ia juga memastikan keputusan ini bebas dari kepentingan pribadi maupun kepemilikan aset. “Penolakan itu biasa, itu dinamika. Sepanjang ada bukti yang kuat, kita akan akomodir semuanya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Payakumbuh AKP Yuliarman yang berada di lokasi memastikan situasi di kawasan pasar tetap aman dan kondusif menjelang dimulainya pembongkaran fi­sik. “Untuk keamanan aman terkendali, kondisinya kondusif,” ujar Yuliarman. (uus)