BERITA UTAMA

Pascaledakan Bom Rakitran, Aktivitas di MAN 3 Padang kembali Normal, Kanwil Kemenag Sumbar: Situasi tetap Kondusif

×

Pascaledakan Bom Rakitran, Aktivitas di MAN 3 Padang kembali Normal, Kanwil Kemenag Sumbar: Situasi tetap Kondusif

Sebarkan artikel ini
DENGARKAN ARAHAN— Siswa dan siswi MAN 3 Padang mendengar arahan dari Polisi sehari pascaledakan bom rakitan.

PADANG, METROKantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) memas­tikan kondisi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang tetap kondusif dan kegiatan pembelajaran berjalan nor­mal setelah terjadinya ledakan bom rakitan di salah satu kelas yang di­bawa oleh siswa.

Kepastian tersebut disampaikan Kakanwil Kemenag Sumbar, Mustafa, bersama Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Tangusli bersama tim meninjau langsung kondisi madra­sah pada Selasa (14/7).

Mustafa mengatakan, peninjauan dilakukan segera setelah menerima informasi mengenai peristiwa yang terjadi di lingkungan madrasah. Dari hasil pemantauan di lapangan, aktivitas warga madrasah berlangsung dengan baik dan situasi tetap terkendali.

“Kami langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi madrasah. Alhamdulillah, situasi tetap kondusif dan kegiatan di ma­drasah berjalan se­ba­gai­mana mestinya,” ujar Mustafa.

Ia menjelaskan, kegiatan Mata Muda yang sedang berlangsung di MAN 3 Kota Padang tetap terlaksana. Dari hasil pemantauan di madrasah, tidak terlihat adanya kepanikan maupun gangguan yang berdampak terhadap keseluruhan proses belajar di madrasah.

Menurut Mustafa, saat ini proses penanganan peristiwa tersebut sepenuhnya telah diserahkan kepada Polda Sumbar. Kanwil Kemenag Sumbar menghormati proses penyelidikan yang sedang dilakukan aparat dan terus berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kota Padang, pihak madrasah, serta unsur terkait.

“Kami mempercayakan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat kepolisian. Sementara itu, Kementerian Agama fokus memastikan layanan pendidikan tetap berjalan dan warga madrasah mem­peroleh pendampingan yang diperlukan,” katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Kanwil Kemenag Sumbar belum menemukan indikasi adanya siswa yang mengalami trauma akibat pe­ris­tiwa tersebut. Meski de­mi­kian, madrasah tetap menyiapkan langkah-langkah pendampingan apabila terdapat siswa yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Baca Juga  Hambat Penyebaran Omicron, WNA dari 14 Negara Dilarang Masuk Indonesia

Pendampingan dilakukan secara bertahap melalui kepala madrasah, guru, wali kelas, dan guru Bimbingan Konseling (BK). Siswa juga akan diberikan penguatan agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta tetap menjalani aktivitas belajar seperti biasa.

Apabila dalam per­kem­bangannya ditemukan sis­wa yang membutuhkan pendampingan psikososial, Kanwil Kemenag Sumbar akan berkoordinasi dengan tenaga profesional, termasuk psi­kolog dan pihak terkait, untuk memberikan layanan trauma healing sesuai kebutuhan.

Mustafa menegaskan, proses belajar mengajar di MAN 3 Kota Padang akan tetap berlangsung sebagai­mana biasa. Sebagai bagian dari upaya membangun kembali rasa aman dan nyaman di lingkungan madrasah, kegiatan pada hari berikutnya akan diawali dengan senam bersama, outbound, serta pembinaan dari jajaran Polsek Koto Tangah.

Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar mengembalikan rutinitas belajar, tetapi juga membangun kembali rasa percaya diri siswa agar dapat beraktivitas secara normal di lingkungan madrasah.

“Kami ingin memastikan seluruh siswa merasa aman dan nyaman berada di madrasah. Yang paling penting saat ini adalah mengembalikan suasana belajar yang kondusif me­lalui pendampingan, pembinaan, dan komunikasi yang baik antara madra­sah, orang tua, serta aparat terkait,” tutur Mustafa.

Kanwil Kemenag Sumbar juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menerima informasi. Ma­sya­rakat diimbau tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Baca Juga  Polda Sumbar Hadirkan Layanan Trauma Healing, Anak-Anak Korban Bencana kembali Tersenyum

Kakanwil bersama jajarannya juga memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan proses penyelidikan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap semua pihak dapat bersama-sama menjaga suasana yang kondusif. Mari kita dukung madrasah agar tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik untuk belajar dan ber­kem­bang,” ajak Mustafa.

“Madrasah harus tetap menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan membentuk karakter peserta didik. Karena itu, kami akan terus mendampingi warga madrasah agar pro­ses pendidikan berlangsung dengan baik,” tutup Kakanwil.

Sementara itu, pada Rabu (15/7), sehari setelah ledakan bom rakitan di ruang kelas XII IPS, aparat Kepolisian masih berjaga di lingkungan MAN 3 Padang, sembari melanjutkan pe­nye­lidikan.

Kegiatan belajar mengajar berlangsung seperti biasa. Polisi juga memberikan pengarahan kepada para siswa mengenai pentingnya menciptakan ling­kungan sekolah yang aman serta mengingatkan agar tidak melakukan bullying.

Salah seorang teman pelaku berinisial R, Gilang Ramadhan, mengaku ter­kejut mengetahui peristiwa tersebut. Menurutnya, R dikenal sebagai siswa yang baik, pendiam, dan berprestasi.

“Pelaku R adalah anak yang baik, pendiam, dan pintar karena selalu juara satu di sekolah. Saya kaget ketika mendengar kejadian tersebut,” ujar Gilang Ramadhan.

Kepala MAN 3 Kota Padang Marliza mengatakan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa. Sekolah ma­sih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian terkait peristiwa tersebut.

“Sekolah berjalan seperti biasa dan saat ini ada satu siswa yang sudah diperiksa oleh pihak kepolisian terkait dugaan bullying,” ungkap Marliza. (*)