AGAM/BUKITTINGGI

MBG Palupuah Disetop Sementara, Wabup Agam: Tunggu Hasil Laboratorium

×

MBG Palupuah Disetop Sementara, Wabup Agam: Tunggu Hasil Laboratorium

Sebarkan artikel ini
GERAK CEPAT— Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, bergerak cepat mendatangi Puskesmas Palupuah, Rabu (2/9). Kedatangannya untuk memastikan langsung kondisi para siswa sekaligus melihat penanganan medis terhadap korban diduga keracunan usai konsumsi MBG.

AGAM, METROSejumlah siswa di Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, harus men­dapatkan perawatan di Puskesmas Palupuah setelah mengalami keluhan sakit perut dan mual yang diduga berkaitan dengan konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mendapat laporan ter­sebut, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, bergerak cepat mendatangi Puskesmas Palupuah, Ra­bu (2/9). Kedatangannya untuk memastikan langsung kondisi para siswa sekaligus melihat penanganan medis terhadap korban.

Situasi itu langsung mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Agam. Iqbal kemudian menggelar rapat men­dadak bersama pihak Sa­tuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menentukan langkah penanganan dan mencegah mun­culnya korban baru.

Hasilnya, Pemkab Agam meminta distribusi MBG di wilayah tersebut dihentikan sementara sam­pai hasil pemeriksaan laboratorium diketahui. “Untuk saat ini, atas nama Pemerintah Kabupaten Agam, kami minta kegiatan pendistribusian MBG dihentikan dahulu sampai nantinya hasil laboratorium keluar,” tegas Iqbal.

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi. Pemerintah daerah tidak ingin mengambil risiko sebelum penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa benar-benar diketahui.

Baca Juga  Pancasila adalah Pemersatu, Momentum Hari Kesaktian jadi Pengingat Persatuan

Iqbal menekankan, pe­ngawasan terhadap pe­nyelenggaraan MBG ha­rus dilakukan secara me­nyeluruh. Bukan hanya ketika makanan siap di­bagikan, tetapi sejak proses pemilihan bahan baku, penyimpanan, pengolahan hingga makanan sampai ke tangan siswa.

“Pemilihan, penanganan dan pengelolaan ba­han baku sampai pendistribusian MBG mesti diawasi dengan ketat sesuai standar kesehatan dan kebersihan yang berlaku,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan menjadi hal mutlak dalam pelaksanaan program M­BG. “Jika pemilihan, penanganan dan pengelolaan bahan baku sampai pendistribusian MBG sudah sangat diperhatikan, maka insyaallah tidak akan ada yang keracunan,” tegas­nya.

Setelah memastikan kondisi para siswa, rombongan Wabup melanjutkan peninjauan ke lokasi SPPG. Pemeriksaan dilakukan untuk melihat langsung kondisi tempat pe­ngolahan makanan dan pro­ses penyediaan MBG.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam menyampaikan bahwa berdasarkan observasi awal, mayoritas keluhan yang dialami siswa masih tergolong ringan.

Baca Juga  Pelajari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, DPRD Kota Dumai Kunker ke Bukittinggi

Namun, terdapat dua siswa yang mengalami kondisi sedang hingga berat sehingga harus mendapatkan penanganan lebih lanjut dan telah dirujuk ke rumah sakit di Bukittinggi.

“Untuk observasi kami saat ini, keluhan yang dialami siswa dapat dikategorikan ringan. Namun, ada dua orang yang dikategorikan sedang-berat dan sudah dirujuk ke rumah sakit di Bukittinggi,” jelasnya.

Dinas Kesehatan ma­sih melakukan investigasi untuk memastikan pe­nyebab kejadian tersebut. Dugaan sementara mengarah pada makanan yang dikonsumsi siswa, namun kepastian pe­nye­bab tetap menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Untuk observasi kami saat ini, penyakit ini bersumber dari makanan yang dimakan siswa pada hari Senin. Keluhannya baru dirasakan pada hari Selasa sampai Rabu pagi. Namun, untuk lebih pastinya kita tunggu hasil laboratorium,” ujarnya. (jpg)