BERITA UTAMA

Konflik di Timur Tengah Masih Memanas, Menhaj Sebut Pemberangkatan Jamaah Calon Haji Masih Sesuai Jadwal

×

Konflik di Timur Tengah Masih Memanas, Menhaj Sebut Pemberangkatan Jamaah Calon Haji Masih Sesuai Jadwal

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA— Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf saat diwawancarai wartawan.

JAKARTA, METRO–Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan pembe­rang­katan jamaah calon haji pada musim haji 2026, ma­sih sesuai dengan jadwal yang sudah disusun sebelumnya.

“Terkait pemberangkatan jamaah calon haji sampai saat ini belum ada perubahan, masih tetap tanggal 21 April 2026 jamaah calon haji masuk asrama haji, kemudian pada 22 April berangkat,” kata Mochamad Irfan Yusuf, Minggu(29/3).

Ia mengungkapkan Kementerian Haji dan Umrah sudah membuat persiapan dan tinggal menunggu hari pemberangkatan. Hal ter­sebut sama seperti orang yang menyelenggarakan pernikahan dengan menyiapkan untuk proses tersebut seperti memba­yar gedung, katering, seragam, dan sebagainya.

Baca Juga  Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Praktik SMK, Kejati Umumkan Nama 9 Tersangka, 4 ASN dari Disdik Sumbar dan 5 Rekanan

“Semuanya sudah siap, tinggal menunggu hari pemberangkatan ja­maah calon haji,” kata dia.

Pihaknya juga terus memantau konflik di Timur Tengah. Pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak sehingga nan­tinya proses haji bisa berjalan dengan baik.

“Mudah-mudahan pertikaian di Timur Tengah bisa segera menurun dan kami berharap mereka yang berseteru di sana menghormati proses haji umat Islam dari seluruh dunia,” ujar dia.

Gus Irfan, sapaan akrab­nya, juga ingin konflik tersebut bisa reda sehingga nantinya umat Muslim bisa melaksanakan iba­dah haji dengan tenang.

“Dengan menghormati itu mereka akan menurunkan tensi konflik sehingga umat Islam bisa melaksanakan haji dengan tenang dan menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya,” kata dia.

Baca Juga  23 Pemandu Karaoke Diamankan Petugas di Pasbar, Pemilik Terancam Denda Rp20 Juta

Kementerian Haji dan Umrah juga berkomitmen penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 harus men­cerminkan pelayanan publik yang lancar, bersih, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan.

Dalam pengelolaan ha­ji, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp18 triliun, sehingga pemerintah pun mengutamakan pentingnya aspek akuntabilitas da­lam setiap proses pengelolaan anggaran.

Kementerian Haji dan Umrah juga melibatkan unsur profesional dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, dan Polri dalam pengawasan pengadaan serta tata kelola keuangan dalam musim haji 2026. (jpg)