LIMAPULUH KOTA, METRO –Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi, memuji tokoh Sumatera Barat, asal Situjuah, Kabupaten Lima Puluh Kota, yang kini menjadi Hakim Agung RI, sekaligus Ketua Pembina Yayasan Akademi Surau Indonesia, telah membangun sekolah SMP Islam Darul Hakim.
“Patut disyukuri ada hakim agung RI membangun sekolah di Lima Puluh Kota. Dan ini bentuk sinergi antara ranah jo rantau yang merupakan keistimewaan Sumatera Barat,” sebut Buya Mahyeldi, ketika peresmian sekolah SMP Islam Darul Hakim, di Jorong Bumbuang, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Selasa (2/6) pagi.
Gubernur Mahyeldi, juga menyebut bahwa orang-orang yang peduli dengan pendidikan generasi muda, merupakan orang yang berfikir jauh kedepan dan peduli dengan bangsa dan negara serta umat dimasa depan. Menurutnya, generasi muda hari ini adalah calon pemimpin dimasa depan.
Gubernur juga mengingatkan generasi muda terkait sejarah perjuangan orang minang ikut mewarnai arah perjalanan kemerdekaan bangsa Indonesia. Orang minang yang dikenal dengan pemikiran dan intelektualnya. Bagaimana Tan Malaka yang pergi keberbagai negara dan menjadi pemimpin. “Banyak pendiri bangsa ini dari Sumatera Barat, ini menunjukkan kepiawaian dan kecerdasan. Dengan hadirnya SMP Islam Darul Hakim akan membangkitkan kembali pendidikan Surau itu kembali. Dan lahirnya generasi yang berfikiran internasional. Karena orang minang tidak hanya menjadi inspirasi ditingkat nasional tetapi juga internasional,” ucapnya.
Mahyeldi juga menyebut dalam darah generasi muda Minang mengalir darah pejuang dan pendiri bangsa ini. “Tiga dari empat orang pendiri bangsa ini adalah orang minang, proklamator bangsa orang minang. Berbanggalah jadi orang minang, generasi muda harus memberi kontribusi untuk Indonesia karena kita adalah pejuang dan pendiri bangsa ini,” sebut Buya Mahyeldi.
Gubernur juga menyinggung soal keberhasilan pendidikan surau dimasa lalu yang menjadikan orang-orang Minang memiliki pemikiran dan kecerdasan yang seimbang antara intelektual, Spritual dan emosional. “Di Surau mengajarkan Tiga Kecerdasan, spiritual, intelektual dan emosional. Tidak cukup hanya intelektual, dan saat ini pendidikan lebih fokus pada intelektual, tetapi spiritualnya minim, sehingga adapnya kurang. Kita di SMA Sumbar sudah membangun asrama, saat ini ada 16 SMA di Sumbar telah memiliki asrama, disanalah kita mendidik, jadi kita harapkan seimbang antara intelektual, spiritual dan emosional,” ungkap Buya Mahyeldi.
Sementara itu, Hakim Agung RI yang juga Ketua Pembina Yayasan SMP Islam Darul Hakim, DR.Irfan Fachruddin, mengaku nama Yayasan ini berasal dari candaan ayahnya saat ditanya seorang wartawan terkait dimana menimba ilmu. “Saat itu ayah saya menyebut belajar di Akademi Surau, sehingga itu saya pakai untuk sekolah ini,” ucapnya.
Ia juga mengatakan, banyak ulama-ulama yang tidak menempuh pendidikan di bangku kuliah, namun mempunyai pendidikan yang mumpuni serta memiliki akhlak yang luar biasa. “Banyak ulama-ulama surau yang tidak kuliah, namun bisa berdiri sejajar dengan tokoh besar. Saya minta izin kepada banyak pihak untuk kembali membangkitkan nilai-nilai surau melalui sekolah ini,” tutupnya.
Sedangkan Ketua Yayasan Akademi Surau Indonesia, Syamsuardi menyebut bahwa Sekolah tersebut juga telah memiliki belasan tenaga pendidik. Sekolah tersebut menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan sekolah sejenis yang telah lebih dahulu ada.
“Sekolah ini didirikan atas inisiasi tokoh Situjuah Batua yang juga merupakan hakim Agung, beliau juga merupakan anak dari ulama kita, bapak Fakhruddin HS. Insyaallah untuk tahun ini dengan dua rombongan belajar, kita siap memulai proses belajar mengajar, selain lahan yang luas ada 5 hektare, sekolah kita juga telah dilengkapi berbagai fasilitas,” ucapnya. (uus)






