PADANG, METRO—Suasana di SMAN 10 Padang, Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, mendadak mencekam dan menimbulkan kepanikan pada Minggu siang (29/3). Ledakan kompor gas secara tiba-tiba nyaris membakar kantin sekolah tersebut.
Akibat insiden tersebut, seorang pegawai negeri sipil (PNS) mengalami luka bakar. Petugas Damkar yang mendapat laporan adanya kejadian itu, cepat datang ke lokasi karena Kantor Dinas Damkar Kota Padang hanya berjarak 1 Kilometer.
Petugas Damkar yang tiba di lokasi segera melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api agar tidak meluas ke bagian lain. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 15.03 WIB.
Akibat kejadian tersebut, kantin dan satu unit kompor gas mengalami kerusakan dengan kategori sedang.
Sementara itu, total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp25 juta. Sedangkan korban yang mengalami luka-luka dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, menyebut laporan kebakaran diterima pada pukul 14.34 WIB.
Tim pemadam langsung bergerak ke lokasi dan tiba dalam waktu sekitar tiga menit setelah laporan diterima.
“Objek yang terbakar adalah satu unit kantin sekolah dengan luas area terdampak sekitar 4 x 2 meter persegi. Api berhasil dipadamkan dengan cepat sehingga tidak menyebar ke bangunan lainnya,” kata Rinaldi,
Dijelaskan Rinaldi, berdasarkan keterangan saksi-saksi, peristiwa bermula saat aktivitas memasak berlangsung di kantin milik Hayarni (45), seorang karyawan honorer. Menurut saksi Yoga Pratama (30), api tiba-tiba membesar dari arah kompor gas dan tidak dapat dikendalikan.
“Melihat kondisi tersebut, saksi segera melaporkan kejadian ke petugas pemadam kebakaran untuk penanganan lebih lanjut.
Dalam proses pemadaman, Dinas Damkar Kota Padang mengerahkan sekitar 50 personel dan tiga unit armada pemadam,” jelas Rinaldi.
Menurutnya, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15.03 WIB, sehingga tidak merambat ke bangunan utama sekolah yang memiliki luas area risiko sekitar 1.000 meter persegi.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun satu orang dilaporkan mengalami luka-luka. Korban diketahui bernama Janatul Fadil (47), seorang Pegawai Negeri Sipil.
Sementara itu, kerugian materi akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp25 juta, meliputi kerusakan bangunan kantin dan peralatan memasak,” tuturnya.
Meski demikian, kata Rinaldi, tindakan cepat petugas berhasil menyelamatkan aset bangunan sekolah lainnya yang diperkirakan bernilai sekitar Rp1 miliar. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama saat menggunakan peralatan memasak. Masyarakat juga diminta segera menghubungi layanan darurat jika terjadi insiden serupa guna mencegah dampak yang lebih besar,” tutupnya. (*)






