METRO SUMBAR

Kabut Asap Makin Pekat, Pemkab Bergerak Bagikan Masker

×

Kabut Asap Makin Pekat, Pemkab Bergerak Bagikan Masker

Sebarkan artikel ini
ANTISIPASI KABUT ASAP—Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama jajaran ASN turun membagikan masker kepada warga yang masih beraktivitas di luar ruangan.

TANAHDATAR, METRO— Kabut asap yang me­nye­limuti hampir seluruh wilayah Kabupaten Tanah Datar mulai memicu persoalan serius di sektor ke­se­hatan. Hingga Rabu (16/9), sebanyak 2.589 anak tercatat menderita Infeksi Salu­ran Pernapasan Akut (IS­PA) di 14 kecamatan. Meningkatnya kasus ISPA di tengah kondisi udara yang kian memburuk mem­­buat Pemerintah Ka­bu­­pa­ten Tanah Datar mem­­per­ketat langkah per­lin­dungan masyarakat.

Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama jajaran ASN turun membagikan mas­ker kepada warga yang masih beraktivitas di luar ruangan. Bupati mengatakan, kabut asap yang masuk ke Tanah Datar berasal dari wilayah lain yang mengalami kebakaran hutan dan lahan. Intensitas asap yang terus meningkat membuat pemerintah daerah mulai menyiapkan sejumlah skenario penanganan apabila kondisi tidak segera membaik. “Asap ini dikirim dari daerah-daerah yang mengalami kebakaran dan intensitasnya terus meningkat. Laporan kepada kami, hari ini sudah ada 2.589 anak yang terjangkit ISPA di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Datar,” kata Eka.

Menurutnya, angka kasus tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena jumlah penderita terus bertambah. Pemkab Tanah Datar selanjutnya akan meminta kajian dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menentukan langkah penanganan be­ri­kut­nya. “Kasus terus me­ning­kat setiap jam. Kami akan meminta kajian kepada OPD terkait. Jika kondisi terus memburuk, tidak menutup kemungkinan ka­mi akan menggelar rapat Forkopimda dan menetapkan status tanggap darurat ben­cana kabut asap,­” ujar­nya.

Dampak kabut asap juga telah memengaruhi aktivitas pendidikan. Sejak Selasa (15/9), sekolah-se­kolah di Kabupaten Tanah Datar menerapkan pembelajaran secara daring sebagai upaya mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan. Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menekan risiko paparan asap, khususnya terhadap anak-anak yang dinilai menjadi kelompok yang perlu mendapat perlindungan lebih.

Baca Juga  Rapat Paripurna HUT Solok Selatan, Dihadiri Anggota DPR, Tokoh Pemekaran, Hingga Perantau

Di sisi lain, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan juga diimbau me­ng­gunakan mas­ker. Pem­kab­ Tanah Datar memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal meski kondisi udara memburuk. Seluruh ASN diwajibkan me­ng­gunakan masker selama ber­aktivitas di lingkungan kerja.

Selain menangani dam­­­pak kabut asap, Pem­kab­ Tanah Datar mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan. Pemerintah daerah kini memantau perkembangan kualitas udara dan kasus ISPA sembari menyiapkan langkah lanjutan apabila kondisi kabut asap terus memburuk. (ant)