PADANG, METRO— KONI Sumatera Barat mempercepat digitalisasi administrasi di 19 KONI kabupaten/kota sebagai bagian dari upaya membangun satu data olahraga yang terintegrasi.
Program tersebut dinilai akan memudahkan pemantauan data atlet dan pelatih secara lebih lengkap, mulai dari asal daerah, tempat latihan, rekam prestasi hingga informasi pendukung lainnya.
Langkah itu mengemuka dalam kegiatan Bimtek Percepatan Digitalisasi Administrasi KONI Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat yang digelar Bidang Digitalisasi dan Sertifikasi KONI Sumbar di Daima Hotel Padang, Sabtu (5/9).
Kegiatan tersebut diikuti 19 admin KONI kabupaten/kota dan dibuka Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Barat, Tasriatul Fuadi. Hadir Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus bersama jajaran pengurus KONI Sumbar.
Tasriatul Fuadi mengapresiasi langkah KONI Sumbar yang mulai menerapkan sistem digital dalam pengelolaan administrasi dan data olahraga. Menurutnya, digitalisasi memberikan kemudahan untuk memperoleh gambaran perkembangan atlet dan pelatih secara detail. Data tidak hanya berkaitan dengan identitas, tetapi juga mencakup asal atlet, lokasi latihan, prestasi yang diraih serta berbagai informasi lainnya.
“Melalui digitalisasi ini kita bisa melihat perkembangan atlet dan pelatih secara lengkap dan detail. Mulai dari asalnya, latihan di mana, prestasinya apa, sampai data-data lainnya. Semua bisa diketahui dalam satu sistem,” ujar Tasriatul.
Wakil Ketua Umum KONI Sumbar Bidang Digitalisasi, Dolla Indra, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari percepatan penerapan satu data KONI Sumbar.
Menurutnya, keterlibatan admin dari seluruh KONI kabupaten/kota menjadi langkah awal untuk menyamakan pola pengelolaan data dan administrasi di tingkat daerah. “Diikuti 19 admin KONI daerah. Progres Porprov melalui percepatan satu data KONI Sumbar terus dilakukan,” ujar Dolla.
Sistem tersebut diharapkan membuat proses penyampaian dan pembaruan data berlangsung lebih cepat. Data yang masuk dari kabupaten/kota juga dapat menjadi bahan bagi KONI Sumbar dalam memantau perkembangan pembinaan olahraga.
Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus mengapresiasi kesiapan seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran 19 admin KONI daerah menunjukkan keseriusan jajaran KONI dalam mengikuti perubahan tata kelola organisasi.
Menurut Hamdanus, perkembangan teknologi telah mengubah cara organisasi berkomunikasi dan bekerja. Karena itu, KONI juga harus mampu menyesuaikan diri. “Digitalisasi ini tidak bisa ditunda lagi. Ini tanda-tanda kemajuan dan keseriusan kita,” kata Hamdanus.
Ia menilai sistem digital akan menjadi sarana komunikasi yang efektif untuk menghubungkan KONI Sumbar dengan seluruh KONI kabupaten/kota. “Komunikasi kekinian tentu dengan digitalisasi. Digitalisasi inilah yang bisa menjadi media terbaik,” ujarnya.
Di tengah pembenahan sistem administrasi, Hamdanus meminta seluruh KONI kabupaten/kota tetap fokus terhadap persiapan Porprov XVI Sumbar 2026. Porprov dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026. Sejumlah persiapan telah berjalan, termasuk pemasangan baliho dan latihan para atlet.
Hamdanus juga meminta KONI kabupaten/kota terus mendorong percepatan evaluasi APBD di masing-masing daerah, terutama melalui koordinasi dengan bagian keuangan dan anggaran. Menurutnya, kesiapan anggaran menjadi salah satu faktor yang perlu segera dituntaskan agar pelaksanaan Porprov dapat berjalan sesuai rencana. (rom)






