PADANG, METRO—Nasib tragis dialami seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Desi Fitriani (46), warga Jalan Raya Piai Tanah Sirah, Kelurahan Tanah Sirah Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, yang sehari-harinya berkeliling menggalang donasi atau sumbangan untuk anak-anak yatim.
Pasalnya, pada Selasa (4/8) sekitar pukul 13.10 WIB, Desi Fitriani yang berdiri di dekat rel, tertabrak Kereta Api Pariaman Ekspres B5 di seberang Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Kelurahan Air Tawar Timur, Kecamatan Padang Utara.
Akibat insiden itu, Desi Fitriani mengalami luka parah dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Sakit Hermina untuk mendapatkan pertolongan medis. Sayangnya, nyawa korban tak bisa diselamatkan hingga dinyatakan meninggal dunia.
Kapolsek Padang Utara AKP Yuliadi membenarkan adanya kejadian itu. Menurutnya, kereta api yang menabrak korban, melaju dari arah Pariaman menuju Stasiun Simpang Haru. Setelah mendapat laporan, pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban.
“Berdasarkan keterangan saksi, korban awalnya berdiri di pinggir rel. Saat kereta melintas, korban justru melangkah mundur ke arah belakang hingga akhirnya tertabrak kereta api. Saksi melihat korban sedang pusing,” kata AKP Yuliadi, kepada wartawan.
Bahkan, ungkap AKP Yuliadi, saksi sempat berteriak memperingatkan korban kalau ada kereta yang melintas. Namun korban tidak mendengar sehingga tertabrak pada bagian kepala.
“Ketika itu, masinis juga sudah membunyikan klakson, tapi korban tidak mendengar. Diduga, korban kehilangan keseimbangan atau pusing ketika berdiri di dekat rel, sehingga tertabrak kereta api,” tutur AKP Yuliadi.
Ditambahkan AKP Yuliadi, korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Hermina, tapi hasil pemeriksaan korban sudah meninggal dunia. Pihaknya selanjutnya melakukan identifikasi korban dan berupaya menghubungi pihak keluarga.
“Sekitar pukul 15.00 WIB, keluarga berhasil dihubungi dan tiba di rumah sakit sekitar pukul 15.50 WIB. Jenazah selanjutnya dibawa pulang oleh keluarga untuk dimakamkan,” jelas AKP Yuliadi.
Menurut keterangan keluarga, kata AKP Yuliadi, korban sehari-hari bekerja sebagai relawan yang menggalang donasi bagi anak-anak yatim di sebuah yayasan. Keluarga juga mengakui kalau beberapa hari terakhir korban sering mengeluhkan pusing saat berada di rumah.
“Dalam penanganan kasus ini, kami telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, mengecek kondisi korban di rumah sakit, serta menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga setelah proses identifikasi selesai,” pungkasnya. (*)






