JAKARTA, METRO— Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan impor minyak mentah atau crude dari Rusia tahap kedua sudah berjalan. Bahlil menyebut keputusan untuk mengambil minyak dari Rusia disebabkan menjamin ketahanan energi untuk masyarakat Indonesia setelah terhambatnya pasokan minyak dari timur Tengah.
“Sudah, sudah mulai jalan ya,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM pada Jumat (11/9). “Kita sekarang ini kan lagi kondisi global kayak begini, kita mencari skala prioritas mana yang duluan bisa mendatangkan crude kita. Selama tidak menabrak aturan dan secara ekonomis masuk,” ujarnya.
Bahlil berujar kebijakan mengambil minyak mentah dari Rusia merupakan keputusan yang diambil pemerintah demi kepentingan rakyat Indonesia. Politisi asal Golkar itu menjelaskan pembelian minyak dari Rusia menggunakan sistem kontrak antarpemerintah atau government-to-government (G2G) yang kemudian dilanjutkan dengan skema pemerintah ke badan usaha government-to-business (G2B).
Dengan membeli minyak dari Rusia, Bahlil memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi seperti Pertalite hingga solar tidak ikut naik. Meski kondisi saat ini terdapat lonjakan harga minyak dunia.
Sebagaimana diketahui kontrak berjangka minyak mentah Brent menyentuh level USD 108,23 (Rp 1,9 juta) per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melambung ke level USD 103,26 (Rp 1,81 juta) per barel.
Bahlil megatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Menteri Keuangan untuk memantau dinamika global yang mengakibatkan gejolak harga minyak dunia.
“Khususnya menyangkut dengan harga minyak dunia yang tidak menentu. Tetapi pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan,” ujar Bahlil. (jpg)






