BERITA UTAMA

Gubernur Mahyeldi Perintahkan SPPG Palupuh Ditutup Sementara, Tunggu Hasil Investigasi

×

Gubernur Mahyeldi Perintahkan SPPG Palupuh Ditutup Sementara, Tunggu Hasil Investigasi

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat diwawancarai wartawan terkait keracunan MBG di Palupuh, Agam.

PADANG, METROGubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meminta operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, dihentikan sementara menyusul dugaan gangguan kesehatan yang dialami 237 siswa dan guru setelah menyantap menu Maka­nan Bergizi Gratis (MBG).

Mahyeldi menegaskan penghentian sementara dilakukan sebagai langkah kehati-hatian untuk memastikan keamanan makanan sekaligus memberikan ruang bagi tim terkait melakukan pemeriksaan dan investigasi terhadap dugaan kejadian tersebut.

“Demi keamanan, operasional dapur SPPG kita hentikan sementara. Aman­­kan dan periksa seluruh prosesnya, termasuk sampel makanan. Setelah hasil pemeriksaan keluar dan dipastikan tidak ada pelanggaran atau per­soa­lan yang memba­ha­ yakan, baru operasional dapat dilanjutkan,” tegas Mahyeldi usai menghadiri kegiatan di Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (3/9).

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meminimalkan risiko se­ka­ligus memastikan penye­bab kejadian dapat diketahui secara objektif. Pemeriksaan dan investigasi dilakukan oleh instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), bersama pihak terkait lainnya.

Baca Juga  Bank Nagari Raih Prima Awards 2019

Mahyeldi juga meminta seluruh pengelola dapur SPPG di Sumatera Barat meningkatkan standar pe­nga­wasan, kebersihan, pe­ngo­lahan, hingga distribusi makanan. Setiap potensi persoalan harus segera dikoordinasikan dengan instansi kesehatan dan pihak terkait.

“Ini menjadi evaluasi serius bagi seluruh pengelola dapur MBG. Jangan sampai program yang bertujuan mulia untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak justru menimbulkan persoalan kesehatan. Keamanan dan kualitas makanan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari Puskesmas Palupuh dan 13 puskesmas pembantu (pustu), sebanyak 237 siswa dan guru dilaporkan mengalami gejala seperti mual, sakit perut, dan pusing setelah mengonsumsi menu MBG pada Selasa (1/9) kemarin. Sebagian di antaranya sempat mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Saat ini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pemeriksaan terha­dap sampel makanan dan dapur SPPG dilakukan untuk memastikan sumber munculnya keluhan kesehatan yang dialami para siswa dan guru.

Kepala SPPG Palupuh, Wahyu Saputra, mengatakan menu yang dibagikan pada Selasa (1/9) terdiri atas telur puyuh dan sayuran berupa timun, tomat, serta selada. Menurutnya, tidak terdapat laporan keluhan kesehatan saat makanan dibagikan dan pihak SPPG baru mengetahui adanya keluhan dari siswa pada hari berikutnya.

Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD Kota Padang, Wali Kota Padang Sampaikan Tiga Ranperda

“Kami juga terkejut de­ngan kejadian ini. Saat pembagian MBG tidak ada laporan terkait keluhan atau dugaan keracunan. Kami sekarang berkoordinasi dengan pihak terkait dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Program MBG Kabupaten Agam, Aryo, menyatakan pihaknya masih mengumpulkan data dan informasi dari berbagai pihak untuk memastikan kronologi serta penyebab kejadian. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak Badan Gizi Nasional (BGN) dan KPPG terkait.

Berdasarkan informasi terakhir, seluruh siswa dan guru yang sebelumnya mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan telah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing. Pemprov Sumbar terus memantau per­kem­bangan kondisi mereka serta menunggu hasil pe­me­­riksaan untuk menentukan langkah selanjutnya. (rel)