PADANG, METRO—Suasana di kawasan Pelabuhan Muaro, Kecamatan Padang Barat, mendadak gempar setelah sesosok mayat laki-laki ditemukan mengapung di aliran Sungai Batang Arau, Kamis (23/7) sekitar pukul 10.30 WIB. Penemuan tersebut berada tidak jauh dari Pos Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral II Padang.
Saat ditemukan, mayat tersebut terselip di antara lambung kapal yang bersandar di pelabuhan. Hingga kini, belum diketahui identitas mayat yang mengenakan baju kaus lengan pendek bermotif belang hitam-putih serta celana panjang berwarna hitam itu.
Tim gabungan yang terdiri dari personel personel TNI Angkatan Laut (TNI AL) Koarmada II Padang bersama Satpolairud, dibantu warga, langsung mengevakuasi mayat dari aliran Sungai Batang Arau lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk dilakukan identifikasi.
Kadispen Kodaeral II Letkol Laut (P) Rizaldy mengaku bahwa informasi adanya jasad yang mengapung di sungai, personel TNI Angkatan Laut (TNI AL) Koarmada II Padang langsung bergerak cepat menuju lokasi.
“Dengan menggunakan peralatan evakuasi, petugas mengevakuasi korban dari aliran sungai untuk mencegah jasad terbawa arus dan memudahkan proses identifikasi,” ujar Letkol Rizaldy.
ýProses evakuasi berlangsung di bawah pengawasan aparat keamanan dan disaksikan puluhan warga yang memadati tepian Sungai Batang Arau. Keberadaan kendaraan dan personel gabungan di lokasi sempat menarik perhatian masyarakat yang penasaran dengan peristiwa tersebut.
Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban kemudian diserahkan kepada pihak Kepolisian untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut serta penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kematian korban. Hingga berita ini ditulis, identitas korban diketahui merupakan seorang laki-laki berusia sekitar 23 tahun.
”Belum dapat dipastikan apakah korban meninggal akibat kecelakaan, tenggelam, atau penyebab lainnya. Aparat masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan untuk memastikan kronologi serta penyebab kematian,” tandas Letkol Rizaldy.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar mengingat lokasi penemuan berada di kawasan yang cukup ramai dengan aktivitas masyarakat dan lalu lintas kapal nelayan. Sejumlah warga mengaku terkejut saat melihat proses evakuasi yang dilakukan petugas.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat. Informasi resmi akan disampaikan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dilakukan.
”Kasus penemuan mayat tersebut kini masih dalam penanganan aparat kepolisian bersama instansi terkait untuk mengungkap fakta di balik peristiwa yang menggegerkan warga Muara Padang tersebut,” tuturnya.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Kompol Harry Andromeda mengatakan hingga Kamis sore belum ada pihak keluarga yang datang untuk mengaku sebagai keluarga korban.
“Sampai detik ini kami masih menunggu ada keluarga yang merasa kehilangan datang ke rumah sakit. Dari sidik jarinya belum dapat identitasnya, sehingga kami masih menunggu selama 3×24 jam,” kata Kompol Harry.
Kompol Harry menuturkan, meski identitas korban belum diketahui, kondisi sidik jari korban masih dalam keadaan baik sehingga proses identifikasi masih terus dilakukan.
“Perkiraan kami belum lama berada di dalam air. Sidik jarinya masih bagus, cuma memang belum berhasil mengungkap identitasnya. Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera mendatangi RS Bhayangkara,” tutupnya. (ped)






