METRO PESISIR

Dinas Perternakan dapat DAK Tahun 2027 Rp 5.907 Mililiar

×

Dinas Perternakan dapat DAK Tahun 2027 Rp 5.907 Mililiar

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Kabupaten Padangpariaman, Hendra Aswara,

PDG.PARIAMAN, METRO— Kabupaten Padangpa­riaman , kemarin, kembali mencatat capaian positif dalam memperoleh dukungan anggaran dari peme­rintah pusat. Dinas Peternakan dan Kesehatan He­wan Kabupaten Padangpariaman berhasil mendapatkan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2027 dengan total mencapai Rp5,907 miliar, terdiri dari DAK Fisik sebesar Rp5,45 miliar dan DAK Nonfisik sebesar Rp­457,8 juta. Kabar tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Pa­dang­pariaman, Hendra Aswara, di ruang kerjanya, kemarin, usai menerima laporan dari Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Padangpariaman, Raflis Efendi.

Hendra mengatakan, keberhasilan mendapatkan anggaran hampir Rp 6 miliar tersebut merupakan hasil dari proses pengusulan yang dilakukan secara konsisten oleh Pemerintah Kabupaten Padangpariaman kepada Kementerian Pertanian. ”Alhamdulillah, Dinas Peternakan dan Ke­sehatan Hewan Kabupaten Padangpariaman untuk tahun 2027 mendapatkan DAK dengan total hampir Rp6 miliar. Ini terdiri dari DAK Fisik sekitar Rp5,45 miliar dan DAK Nonfisik sekitar Rp457,8 juta,” ujar Hendra Aswara, kemarin.

Menurutnya, capaian tersebut semakin membanggakan karena Padangpariaman menjadi salah satu dari 20 kabupaten/kota di Indonesia yang memperoleh DAK sektor peternakan dan kesehatan hewan tersebut. Bahkan, Padangpariaman disebut menjadi satu-satunya daerah di Sumatera Barat yang mendapatkan alokasi DAK tersebut.

Hendra menjelaskan, keberhasilan itu tidak diperoleh secara instan. Pemerintah daerah telah berulang kali mengusulkan program dan kebutuhan pembangunan sektor peternakan kepada pemerintah pusat. ”Mulai dari tahun 2024 kita sudah memasukkan proposal. Kemudian tahun 2025 kita kembali mengusulkan, bahkan ada enam proposal yang kita sampaikan ke Kementerian Pertanian. Kita terus memperjuangkannya sampai akhirnya alhamdulillah pada tahun 2027 ini Padangpariaman mendapatkan DAK,” jelasnya.

Baca Juga  Siswa Siswi Adalah Pemimpin Masa Depan

Bangun Tiga Pus­keswan Baru Dari total DAK Fisik sebesar Rp5,45 miliar, salah satu program utama yang akan dilaksa­nakan adalah pemba­ngunan tiga Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) beserta sarana pendukungnya. Tiga Puskeswan tersebut akan dibangun di Kecamatan Sungai Geringging, Kecamatan Sungai Limau, dan Kecamatan V Koto Timur.

Untuk pembangunan tiga Puskeswan beserta sarana pendukungnya dialokasikan sebesar Rp3,33 miliar. Anggaran tersebut tidak hanya untuk pembangunan gedung, tetapi juga mencakup penyediaan pe­ralatan kantor, instalasi listrik, sumber air, peralatan klinik, peralatan bedah dan laboratorium, peralatan pengambilan sampel, peralatan produksi ternak, peralatan reproduksi dan kebidanan, hingga peralatan pemeriksaan kesehatan bergerak berupa USG. ”Dengan pembangunan tiga Puskeswan baru ini, pelayanan kesehatan he­wan di Padangpariaman akan semakin dekat dengan masyarakat dan peternak,” kata Hendra.

Dua Puskeswan Direhabilitasi Selain membangun fasilitas baru, pemerintah daerah juga akan melakukan renovasi terhadap dua Puskeswan yang sudah ada, yakni Puskeswan Kecamatan Sin­tuk Toboh Gadang (Sintoga) dan Puskeswan Kecamatan VII Koto Sungai Sariak. Renovasi beserta sarana pendukung kedua Puskeswan tersebut men­dapatkan alokasi sebesar Rp1,82 miliar.

Dengan demikian, pembangunan dan pe­ning­katan sarana Puskeswan menjadi bagian penting dari strategi pemerintah daerah dalam memper­kuat pelayanan kesehatan hewan sekaligus mendukung produktivitas peternakan masyarakat. Dukung Akses Usaha Peternakan DAK Fisik juga dialokasikan untuk pembangunan Jalan Usaha Peternakan di Kecamatan Ulakan Tapakis dengan anggaran sebesar Rp 300 juta.

Pembangunan jalan ter­sebut diharapkan dapat mendukung mobilitas peternak, memperlancar akses menuju lokasi usaha peternakan, serta memudahkan distribusi sarana produksi maupun hasil peternakan. ”Jalan usaha peternakan ini juga penting untuk mendukung aktivitas masyarakat, terutama da­lam memperlancar akses ke lokasi usaha dan distribusi hasil peternakan,” tambahnya.\

Baca Juga  PKK Peduli Serahkan Bantuan kepada 15 KK

Perkuat Pelayanan Kesehatan Hewan

Sementara itu, DAK Nonfisik sebesar Rp457,8 juta akan diarahkan untuk mendukung layanan kesehatan hewan dan pengawasan keamanan produk hewan.
Ang­garan tersebut antara lain digunakan untuk pe­nyediaan obat hewan dan bahan pendukung pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan hewan, pengamatan dan identifikasi penyakit hewan, serta pengiriman dan pengujian sampel ke laboratorium.

Selain itu, terdapat du­kungan untuk kegiatan pengawasan keamanan produk hewan, termasuk pengambilan sampel serta pengiriman dan pengujian sampel produk hewan. Hen­dra menegaskan, dukungan anggaran tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk me­ningkatkan kualitas pela­yanan kepada masyarakat, khususnya para peternak. ”Ini merupakan kepercayaan dari pemerintah pusat yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Kita berharap pemba­ngunan sarana dan pe­ningkatan pelayanan kesehatan hewan ini benar-benar memberikan manfaat bagi peternak dan ma­syarakat Padangpariaman,” tegasnya. Dengan tambahan tiga Puskeswan baru, Padangpariaman ditargetkan memiliki lima Puskeswan yang akan men­jadi ujung tombak pelayanan kesehatan hewan di daerah. Dua Puskeswan yang telah ada akan diperkuat, sementara tiga Puskeswan baru dibangun melalui dukungan DAK Tahun 2027.

”Harapan kita, dengan adanya lima Puskeswan nantinya, pelayanan kesehatan hewan dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan peternak. Ini tentu menjadi bagian dari upaya kita meningkatkan sektor peternakan dan kesejahteraan ma­sya­ra­kat,” pungkas Hendra As­wara (efa)