BERITA UTAMA

Bukan Sekedar Penataan Kawasan Perkotaan, Pasar Kuliner Cengkeh Berikan Manfaat Nyata Bagi Masyarakat

×

Bukan Sekedar Penataan Kawasan Perkotaan, Pasar Kuliner Cengkeh Berikan Manfaat Nyata Bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

TIDAK sekedar membangun untuk perubahan secara fisik, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat menjadi harapan besar Wali Kota Solok, Rama­dhani Kirana Putra bersama Suryadi Nurdal.

Atas harapan itu, Pemerintah Kota Solok terus mendorong pengembangan kawasan Pasar Kuliner di Jalan Cengkeh, Kota Solok sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Bukan itu saja, kawasan jalan Cengkeh juga sebagai kawasan yang memiliki fungsi sosial dan dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas dapur umum dalam kondisi kedaruratan.

Dengan semangat, da­ri kuliner, menggerakkan ekonomi, dari dapur, menguatkan kepedulian, terlihat jelas perpaduan aktivitas ekonomi kuliner dengan fasilitas yang dapat mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, kegiatan sosial, hingga penanganan kondisi darurat.

Setidaknya menurut Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Solok, Ricky Karnova, kawasan jalan Cengkeh mempunyai tiga fung­si sekaligus. Disektor ekonomi kawasan itu sebagai pusat kuliner, perdagangan makanan dan promosi produk UMKM.

Fungsi Sosial, kawasan jalan Cengkeh diperuntukan sebagai ruang interaksi masyarakat dan fasilitas penyediaan makanan untuk kegiatan sosial. Serta fungsi kedaruratan, kawasan jalan Cengkeh iuga dipersiapkan sebagai da­pur umum yang siap dioperasionalkan ketika terjadi bencana atau kondisi khusus.

Disini keberadaan kawasan jalan Cengkeh ini diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk me­ngem­bangkan usaha se­kaligus memperkenalkan dan memasarkan produk lokal.

Baca Juga  Remaja Putri Kepergok Tidur Bareng 7 Pria dalam Kamar Kos di kawasan Kamang, Kenagarian Painan

Jadi langkah Pemko Solok ini bukan sekedar upaya menataan suatu kawasan perkotaan namun juga memberikan manfaat nyata bagi ma­sya­rakat. Dengan kehadiran pasar kuliner dengan tiga fungsi sekaligus, para pedagang makanan yang berada disekitar taman kota dan pasar kuliner itu sendiri akan lebih tertata.

“Kalau bicara peruntukan, keberadaan pasar kuliner merupakan upaya penataan bagi pedagang makanan disekitar taman kota dan pasar kuliner itu sendiri,” jelas Ricky Karnova.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Solok, Afrizal mengatakan pembangunan pa­sar kuliner di Jalan Cengkeh merupakan bagian dari program Pemerintah Kota Solok yang pembangunannya didukung melalui Dana TKD.

Lebih jauh, pasar kuliner ini akan menjadi ikon Kota Solok yang mampu menarik pengunjung. Lo­kasi yang strategis di pusat kota, kawasan ini banyak membawa manfaat jika dikembangkan sesuai kebutuhan daerah.

Sementara itu, kebe­ra­­daan fasilitas dapur umum menjadi bagian penting dari konsep pe­ngem­bangan kawasan ini. Fasilitas tersebut nantinya dapat diaktifkan sewaktu-waktu apabila terjadi bencana atau kondisi khu­sus yang membutuhkan penyediaan makanan da­lam jumlah besar bagi masyarakat terdampak bencana.

Konsep dapur umum juga diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan Pemerintah Kota Solok dalam menghadapi kondisi kedaruratan. Dengan fasilitas yang telah disiapkan, proses penyediaan makanan bagi ma­sya­rakat dapat dilakukan secara lebih terorganisasi dan optimal.

Baca Juga  Pria 37 Tahun Ditemukan Tewas di Bawah Pohon

Dengan konsep tersebut, pembangunan Pasar Kuliner Jalan Cengkeh diharapkan tidak berhenti sebagai pembangunan infrastruktur semata. Kawasan ini ditargetkan tum­­buh menjadi salah satu pusat aktivitas ma­sya­rakat yang mengintegrasikan sektor kuliner, pengembangan UMKM, interaksi sosial, serta kesiapsiagaan daerah.

Lebih jauh Afrizal menjelaskan, dapur umum dapat ditempatkan pada ba­gian belakang atau sisi kawasan dengan akses tersendiri. Penempatan ini penting agar aktivitas pro­duksi dalam jumlah besar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung pasar kuliner.

Dengan demikian, investasi dapur umum tetap memberikan manfaat eko­nomi sehari-hari, bukan hanya digunakan ketika terjadi bencana atau ke­adaan darurat.

“Dalam kondisi tertentu, dapur tersebut dapat berfungsi sebagai dapur tanggap darurat, misalnya ketika terjadi bencana alam, kegiatan sosial kemasyarakatan, pelayanan konsumsi pada kegiatan pemerintah, maupun kegiatan besar yang membutuhkan penyediaan makanan dalam jumlah banyak. Sistem pengelolaannya dapat melibatkan pemerintah, pelaku UMKM kuliner, organisasi ma­sya­rakat dan relawan,” ujarnya.

Disisi lain, Pemko Solok juga memperhatian sistim drainase disekitar kawasan itu, agar kawasan pusat kota benar benar memberikan keindahan, kebersihan dan kenyamanan bagi pengunjung. (***)