PAYAKUMBUH/50 KOTA

BMT Al-Fataya Teken MoU, Kolaborasi Strategis Bersama Dompet Dhuafa dan Unand

×

BMT Al-Fataya Teken MoU, Kolaborasi Strategis Bersama Dompet Dhuafa dan Unand

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–Upaya memperkuat kemandirian ekonomi u­mat terus digalakkan me­lalui kolaborasi lintas sektor. KSPPS BMT Al-Fataya Payakumbuh, resmi menjadi bagian dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) strategis bersama Dompet Dhuafa dan Universitas Andalas da­lam sebuah seremoni yang digelar di Istana Gubernur Sumatera Barat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif program pemberdayaan ekonomi pasca bencana di Sumatera Barat yang diinisiasi oleh Dompet Dhuafa melalui gerakan Indonesia Berdaya. Program ini tidak hanya berfokus pada bantuan jangka pen­dek, tetapi juga mendo­rong penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.

Dalam kerja sama ini, BMT Al-Fataya berperan sebagai lembaga keua­ngan mikro syariah yang akan mendukung penguatan ekonomi kerakyatan melalui program microfinance. Bersama Yayasan Wirausaha Indonesia Ber­­daya, BMT Al-Fataya akan berkontribusi dalam mendorong tumbuhnya usaha produktif ma­sya­rakat dengan pendekatan berbasis syariah. Penandatanganan MoU ini melibatkan tiga pihak utama, yaitu Dompet Dhuafa, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kota Padang dalam program pemberdayaan berkelanjutan. Selain itu, ko­laborasi juga diperluas melalui kemitraan dengan Universitas Andalas da­lam implementasi Tri Dhar­ma Perguruan Tinggi yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca Juga  Rumah Terbakar, Korban Lompat Lewat Jendela

Kehadiran Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam kegiatan ini menjadi simbol kuat dukungan peme­rintah terhadap percepatan pembangunan kesejahteraan masyarakat. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu menjadi langkah konkret dalam memutus rantai kemiskinan serta mendorong kemandirian ekonomi umat di Sumatera Barat.

Ketua KSPPS BMT Al-Fataya, Edhie Kusmana, S.Ag, MM, menegaskan bahwa kolaborasi ini me­rupakan momentum penting dalam membangun ekosistem ekonomi umat yang berdaya dan berkelanjutan. “Kolaborasi ini bukan sekadar penandatanganan kerja sama, tetapi ikhtiar bersama untuk membangkitkan kemandirian ekonomi umat berbasis nilai-nilai syariah yang berkeadilan dan berkelanjutan.”

Baca Juga  Nota Penjelasan RKUA PPAS APBD 2025, Sekda Paparkan 5 Prioritas Pembangunan Daerah

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa BMT Al-Fataya berkomitmen untuk terus hadir sebagai bagian dari solusi dalam memperkuat eko­nomi masyarakat, khususnya di sektor usaha mikro berbasis syariah. Pada kesempatan tersebut, Ke­tua KSPPS BMT Al-Fataya menyerahkan buku berjudul “Blueprint Ekonomi Umat Berbasis Masjid” kepada Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, sebagai simbol kontribusi pemikiran da­lam membangun kem­andirian ekonomi umat yang terintegrasi dengan peran strategis masjid. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam mempererat sinergi an­tara lembaga filantropi, pemerintah, akademisi, dan lembaga keuangan syariah dalam membangun masa depan ekonomi umat yang lebih kuat, man­diri, dan berkeadilan. (uus)