OLAHRAGA

Barcelona Pesta Gol 7-2, Raphinha Hat-trick dan Rekor Istimewa Tercipta

×

Barcelona Pesta Gol 7-2, Raphinha Hat-trick dan Rekor Istimewa Tercipta

Sebarkan artikel ini
SOROTAN UTAMA— Raphinha menjadi sorotan utama setelah mencetak hat-trick pada laga yang berkesudahan 7-2 untuk kemenangan Barcelona atas Racing Santander di Camp Nou, Kamis (17/9) dini hari WIB.

BARCELONA melanjutkan start sempurnanya di LaLiga 2026/2027 dengan kemenangan meyakinkan atas Racing Santander. Bermain di Camp Nou, Kamis (17/9/2026) dini hari WIB, Blaugrana mengakhiri pertandingan pekan ke­enam dengan kemenangan telak 7-2.

Sembilan gol tercipta dalam laga tersebut. Ra­phinha menjadi sorotan utama setelah mencetak hat-trick sekaligus membantu Barcelona mempertahankan posisi di puncak klasemen dengan koleksi 18 poin dari enam pertandingan.

Barcelona langsung tam­pil agresif sejak awal pertandingan. Hanya delapan menit setelah laga dimulai, Joao Cancelo mem­buka keunggulan me­lalui tembakan keras dari luar kotak penalti yang meluncur ke pojok kanan atas gawang Racing.

Keunggulan Barcelona bertambah pada menit ke-26. Raphinha sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor penalti setelah dirinya dilanggar Pedro Felipe di dalam kotak terlarang.

Racing Santander tidak tinggal diam. Empat menit berselang, Maguette Gueye berhasil memperkecil jarak setelah merebut bola di depan kotak penalti Barcelona. Ia kemudian me­nusuk ke area pertahanan sebelum menaklukkan Joan Garcia.

Namun, Barcelona kem­bali menjauh pada me­nit ke-36. Cancelo kembali melepaskan tembakan ke­ras dari luar kotak penalti yang membentur Asier Villalibre. Bola masuk ke ga­wang dan gol tersebut dicatat sebagai gol bunuh diri bek Racing Santander.

Barcelona kemudian menutup babak pertama dengan keunggulan 4-1. Raphinha kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan Dani Olmo di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan men­datar.

Blaugrana sebenarnya berpeluang memperbesar keunggulan sebelum turun minum. Barcelona memperoleh penalti pada menit ke-45 setelah Pedro Felipe melakukan pelanggaran terhadap Karim Adeyemi.

Namun, Lamine Yamal yang menjadi eksekutor gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya berhasil digagalkan kiper Racing Santander, Julien Agirrezabala.

Memasuki babak kedua, Racing kembali memberikan tekanan. Kesalahan Wojciech Szczesny yang masuk menggantikan Joan Garcia dimanfaatkan Yassir Zabiri pada menit ke-66.

Baca Juga  Gratis, Bupati Buka Iven Dharmasraya Extreme Offroad

Zabiri berhasil merebut bola dari Szczesny di da­lam kotak penalti. Tanpa penjagaan berarti, ia kemudian memasukkan bola ke gawang Barcelona yang sudah kosong.

Tidak berselang lama, Barcelona mendapatkan penalti lainnya setelah Iker Luque melanggar A­de­ye­mi. Raphinha kembali maju sebagai algojo dan sukses mengeksekusi tendangan dari titik putih.

Gol tersebut sekaligus melengkapi hat-trick Ra­phinha dan membawa Barcelona kembali unggul dengan skor 5-2.

Barcelona tidak menurunkan intensitas serangan meski sudah unggul jauh. Gabriel Jesus ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-79 setelah menerima umpan Yamal dan melepaskan tembakan kaki kanan ke pojok kanan atas gawang Racing.

Pesta gol Barcelona ditutup Yamal pada menit ke-89. Adeyemi melakukan aksi individu dari wilayah permainan sendiri hingga memasuki kotak penalti Racing sebelum mengirimkan umpan yang diselesaikan Yamal menjadi gol.

Kemenangan tersebut membuat Barcelona tetap sempurna di LaLiga. Tim besutan Hansi Flick mengoleksi 18 poin hasil dari enam kemenangan beruntun.

Jika dihitung di seluruh kompetisi, Barcelona bahkan telah memenangkan tujuh pertandingan pertama mereka musim 2026/2027. Kemenangan atas Feyenoord di Liga Champions melengkapi catatan tersebut.

Reuters mencatat Flick menjadi pelatih Barcelona pertama yang mampu mem­bawa timnya memenangi tujuh pertandi­ngan pembuka musim.

“Luar biasa punya start yang bagus, tapi yang paling penting adalah finis dengan bagus,” ujar Flick seperti dilansir ESPN.

“Kalau kita ingat musim lalu, kami juga memulai dengan baik, sebelum jeda internasional.”

Selain mempertahankan rekor kemenangan, Barcelona juga menunjukkan produktivitas tinggi. Dalam tujuh pertandingan resmi musim ini, Blaugrana telah mencetak 33 gol.

Catatan tersebut turut melahirkan sejumlah sta­tistik menarik. Menurut statistik yang dipublikasikan akun Mister Chip, belum pernah ada tim dalam sejarah LaLiga yang mengawali enam pertandingan dengan kemenangan sempurna sekaligus mencetak sedikitnya 28 gol.

Baca Juga  Cedera, CR7 Rebut Juara Sekaligus Top Scorer

Sevilla menjadi tim yang pernah mencetak jumlah gol tinggi pada enam pekan awal. Pada musim 1940/1941, Sevilla mencetak 32 gol dalam periode tersebut, tetapi ha­nya meraih empat keme­nangan.

Produktivitas Barcelona juga mencatatkan angka yang jarang terjadi jika seluruh kompetisi diperhitungkan. Stats Foot asal Prancis menyebut Barcelona telah mencetak 33 gol dalam tujuh laga resmi pertama musim ini, sebuah pencapaian yang terakhir kali terjadi pada periode pascaperang.

Mister Chip juga mengungkap catatan historis lainnya. Barcelona disebut tidak pernah mengawali musim dengan tujuh kemenangan beruntun di seluruh kompetisi sekaligus mencetak sedikitnya 33 gol dalam 111 tahun terakhir.

Awal musim dengan catatan serupa terakhir kali terjadi pada 1915/1916. Saat itu, Barcelona meraih tujuh kemenangan beruntun di bawah pelatih Jack Greenwell dan mencetak 44 gol dalam rangkaian tersebut.

Performa tersebut juga memperkuat catatan Hansi Flick selama menangani Barcelona. Pelatih asal Jerman itu telah meraih 95 kemenangan dari 124 per­tandingan resmi bersama klub Catalan, dengan persentase kemenangan men­capai 77 persen.

Stats Foot mencatat persentase tersebut menjadi rasio kemenangan terbaik seorang pelatih Barcelona pada abad ke-21, mengungguli Luis Enrique yang memiliki persentase kemenangan 76 persen.

Laga menghadapi Racing Santander juga menghasilkan catatan unik lainnya. Barcelona mendapatkan tiga tendangan penalti dalam satu pertandingan LaLiga.

Menurut Mister Chip, situasi tersebut hanya terjadi tiga kali sebelumnya dalam sejarah Barcelona. Ketiga pertandingan itu berlangsung di kandang sendiri, yakni ketika menghadapi Sabadell pada 1944, Osasuna pada 1994, dan Sporting Gijon pada 2016.

Dengan kemenangan besar atas Racing Santander, Barcelona bukan hanya mempertahankan rekor sempurna, tetapi juga menunjukkan produktivitas yang menjadi salah satu sorotan utama perjalanan mereka pada awal musim 2026/2027. (*/rom)